“Pak Prabowo butuh calon wakil presiden, kita butuh calon presiden, saling melengkapi. Tapi ternyata setelah ada banyak partai yang bergabung, kemudian terlihat ada perubahan yang saling mengisi menjadi berubah, dan itu nampaknya takdir,” ucapnya.

Tak lama setelah itu, kata Cak Imin, Ketum Partai NasDem Surya Paloh memberikan undangan pertemuan makan malam terhadapnya. Dia menggambarkan pertemuan itu bak proses perjodohan yang saling melempar tanya dan melihat peluang yang ada.

“Itulah yang kemudian akhirnya usut punya usut, diskusi punya diskusi kesimpulannya tanggal itu kemudian menyatakan sepakat NasDem dan PKB berkoalisi dan akhirnya deklarasi pada tanggal 2 September di Hotel Majapahit, Surabaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan deklarasi tersebut turut menaikkan angka elektabilitas Anies sebagai bacapres. Dia juga menyingung soal elektabilitas Prabowo yang turun saat itu.

“Dari kesimpulan itu akhirnya saya sadar sepenuhnya bahwa ini takdir, waktu begitu cepat,” pungkasnya.