Identifikasi dengan Elang Jawa

Meskipun merupakan makhluk mitologis, Garuda sering diidentikkan dengan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi Stresemann). Elang Jawa memiliki kemiripan fisik dengan Garuda, terutama karena jambul di kepalanya. Jambul Elang Jawa berwarna hitam dengan ujung putih, yang panjangnya bisa mencapai 12 sentimeter. Kesamaan ini membuat banyak orang menganggap bahwa ide desain Garuda Pancasila diambil dari burung ini.

Elang Jawa merupakan burung endemik di Pulau Jawa dan berstatus satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Elang ini juga telah dinobatkan sebagai Satwa Langka Nasional oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden No. 4/1993.

Menurut IUCN Redlist, Elang Jawa termasuk dalam kategori satwa terancam punah. Saat ini, jumlah populasi Elang Jawa diperkirakan sekitar 700 ekor, dengan sekitar 300 pasang tersebar di habitat aslinya di Pulau Jawa.

Simbol Keharmonisan Alam dan Manusia

Sebagai top predator, keberadaan Elang Jawa menjadi indikator penting dari kesehatan ekosistem hutan di Indonesia. Keberhasilan pelestarian Elang Jawa, seperti yang dilaporkan pada 2020 dengan penemuan tambahan individu di Taman Nasional Gunung Ciremai, menjadi bukti pentingnya menjaga keseimbangan alam. Hubungan antara Garuda, Elang Jawa, dan lingkungan menekankan nilai-nilai kearifan lokal yang melihat kesejahteraan alam sebagai cermin kesejahteraan manusia.