JAKARTA – Seperti air mengalir, Bharada E akhirnya buka-bukaan terkait luka-luka di jasad Brigadir J yang diduga dibunuh. Menurut Bharada E luka-luka, termasuk luka di jari Brigadir J adalah karena ulah atasannya.

Kepada pengacaranya, Muhammad Boerhanuddin, Bharada E mengungkapkan penyebab luka di jari tangan kanan Brigadir J bukanlah luka karena tembak menembak.

Seperti diketahui, jari tangan kanan Brigadir J yang mengalami luka-luka yaitu jari kelingking dan jari manis. Kedua jari tersebut sudah dalam kondisi patah-patah dan terluka ketika jenazah Brigadir J diserahkan kepada keluarganya.

Menurut Boerhanuddin, luka pada jari kelingking dan jari manis itu akibat tembakan yang berasal dari senjata milik Brigadir J. Senjata almarhum yang tewas itu, kata Boerhanuddin, dipakai untuk tembak jari kanan almarhum oleh orang lain.

Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bakal mengumumkan tersangka baru kasus meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Jelang pengumuman tersangka kasus pembunuhan brigadir J, kediaman Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, digeledah oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Menurut seorang sumber di TKP barang bukti yang disita dari penggeledahan itu adalah sejumlah hp, sejumlah uang yang diduga untuk bagi-bagi dan lain-lain.

Jumlah uang yang dibagikan kepada sejumlah terduga pelaku disebutkan masing-masing sebesar Rp1 Miliar.

Selama penggeledahan berlangsung, tampak sejumlah polisi siaga berjaga di depan rumah pribadi Ferdy Sambo dan mengawasi jarak wartawan agar tidak terlalu mendekat.

Sementara itu, terkait kasus ini, Inspektorat Khusus (Irsus) Timsus Polri telah memeriksa 25 orang personel Polri yang melanggar prosedur tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dari 25 orang tersebut, empat di antaranya ditempatkan di tempat khusus, salah satunya Irjen Pol. Ferdy Sambo, ditempatkan di tempat khusus selama 30 hari di Mako Brimob Klapa Dua Depok untuk pemeriksaan.(SW)