Seorang ilmuwan antropolog bernama Barbara J. King menyebutkan bahwa kesedihan dapat diterjemahkan melalui perubahan fungsi penting, seperti pola tidur, makan dan bersosialisasi yang dipicu oleh kematian. Pernyataan ini ia tuangkan dalan bukunya yang berjudul Bagaimana Hewan Berduka.

Jadi dari beberapa pendapat dari para ilmuwan, dapat disimpulkan jika hewan bisa merasakan sedih seperti layaknya yang dirasakan oleh manusia.

Hewan dapat merasakan sedih karena beberapa faktor seperi berupa rasa kehilangan. Hal ini bisa juga dilihat dari perubahan perilaku yang terjadi pada hewan simpanse dan anjing saat setelah kerabatnya mati.