Bisakah Hewan Sedih? Ini Menurut Pendapat Ilmuwan. Pernahkah kamu melihat hewan sedang bersedih? Atau apakah kamu ingat dengan kisah Hachiko? Seperti kisahnya, Hachiko ini adalah seekor anjing yang setia terhadap majikannya.

Hachiko ini selalu menjeput majikannya pulang kerja di sebuah stasiun di Jepang yaitu stasiun Shibuya. Namun, suatu hari majikannya skit hingga meninggal dan Hachiko masih tetap setia menunggunya di stasiun.

Hachiko merasa seding karena selama sembilan tahun tidak bertemu dengan majikannya sehingga Hachiko pun sakit dan meninggal. Dari kisah Hachiko dan majikannya ini timbul pertanyaan, apakah bisa hewan merasakan sedih?

Seorang ilmuwan asal Inggris yang bernama Charles Darwin menyebutkan jika hewan bisa merasakan kesedihan dan juga kebahagiaan.

Tidak hanya kisah Hachiko saja yang membuat kalau hewan bisa merasakan sedih. Kisah lainnya bisa juga kita lihat dari saat pemotongan hewan Kurban.

Saat itu pasti kamu sering melihat hewan kurban yang akan dipotong seperti sapi dan kambing mengeluarkan air matanya sebelum dipotong. Air mata dan juga jeritan yang keluar tersebut, menandakan bahwa hewan kurban tersebut merasakan kesedihan.

Seorang ilmuwan antropolog bernama Barbara J. King menyebutkan bahwa kesedihan dapat diterjemahkan melalui perubahan fungsi penting, seperti pola tidur, makan dan bersosialisasi yang dipicu oleh kematian. Pernyataan ini ia tuangkan dalan bukunya yang berjudul Bagaimana Hewan Berduka.

Jadi dari beberapa pendapat dari para ilmuwan, dapat disimpulkan jika hewan bisa merasakan sedih seperti layaknya yang dirasakan oleh manusia.

Hewan dapat merasakan sedih karena beberapa faktor seperi berupa rasa kehilangan. Hal ini bisa juga dilihat dari perubahan perilaku yang terjadi pada hewan simpanse dan anjing saat setelah kerabatnya mati.