JAKARTA – Bentrok buruh WNI VS WNA China akhirnya terjadi. Ini adalah bagian dari yang selama ini dikhawatirkan dan pemerintah Indonesia tidak tanggap.

Sebelumnya banyaknya buruh asal China yang masuk ke Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran. Pemerintahan Jokowi seakan tutup mata akan hal ini dan selalu mengatakan tak banyak buruh asal China yang datang. Pemerintah juga menyepelekan kemampuan anak bangsa dalam bekerja sehingga selalu menganggap pekerja lokal tidak mampu.

Pemerintahan Jokowi memang beda dengan pemerintah sebelum-sebelumnya. Jika pemerintah sebelumnya membatasi hanya pekerja asing expert (ahli) yang boleh bekerja, kini selevel buruh dan sopir pun bebas masuk dan bekerja di Indonesia.

Bentrokan antara karyawan WNA dan WNI di PT GNI Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), pecah berujung 2 orang tewas. Detik-detik mencekam bentrokan maut itu terekam dalam sebuah video.

Berdasarkan video yang beredar, tampak sejumlah karyawan heboh dan berteriak saat bentrokan terjadi pada malam hari, Sabtu (14/1/2023). Di lokasi sudah ada beberapa titik api.

Sejumlah kendaraan dan ruangan juga tampak sudah hancur. Terdengar suara seseorang menyebut ada satu orang yang terluka parah.

“We satu orang itu lagi sana parah, parah itu,” kata seorang pria dalam video yang beredar.

Selanjutnya terlihat sejumlah orang mengevakuasi salah seorang yang sudah tidak berdaya dengan kondisi berlumuran darah. Korban awalnya ditarik lalu diangkat oleh sejumlah orang di lokasi untuk dibawa ke tempat aman.

“Angkat, angkat, bawa dulu bawa,” ujar pria tersebut.

Polisi mengamankan 70 orang buntut bentrokan antara WNA dan WNI di PT GNI Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka diamankan ke Mapolres Morowali Utara (Morut).

“Dalam rangkaian tersebut Polres Morut berhasil mengamankan 70 orang terduga pelaku,” kata Kapolres Morowali Utara AKBP Imam Wijayanto, Minggu (15/1/2023).

Bentrokan tersebut juga mengakibatkan sejumlah barang inventaris PT GNI rusak akibat dibakar. Masing-masing 1 unit mobil Hilux, 1 unit mobil LV, 2 unit dump truck, 1 unit loader, dan 1 unit mobil crane.

Selanjutnya ada 1 unit mobil damkar yang rusak. Selain kendaraan, juga ada 100 kamar mess WNA dan WNI yang rusak hingga terbakar.

“Iya sementara betul (data dampak bentrokan),” katanya.

Diketahui, bentrokan WNA dan WNI itu pecah pada Sabtu malam (14/1). Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi menyampaikan masih melakukan penyelidikan terkait bentrokan tersebut, termasuk identitas 2 korban yang tewas.

“Saya akan sampaikan ada beberapa kejadian yang terjadi di PT GNI. Ini akumulasi mulai dari kecil tiba-tiba menjadi besar sampai ada korban 2 meninggal dunia,” kata Irjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan, Minggu (15/1).

“Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI, siapa yang dari TKA, saya akan lakukan penyelidikan ini,” terangnya.

Irjen Rudy mengakui saat bentrokan terjadi pengamanan kepolisian minim di lokasi. Dia mengaku telah melakukan evaluasi dan menjamin keamanan masyarakat di Morowali Utara.

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi karena kemarin memang kekuatan pengamanan itu sangat minim dan terjadi pada malam hari,” ujarnya.

“Sudah kita evaluasi, saya bersama Pak Danrem, Dandim, Kapolres, sudah melakukan rapat dengan pihak GNI supaya kejadian ini tidak terulang dan kita mengakomodir semua kepentingan masyarakat untuk keamanan di Morowali Utara,” sambungnya.(SW)