Menurutnya, pupuk organik sangat dibutuhkan selain karena pupuk subsidi yang ada saat ini jumlahnya sangat terbatas. “Belum lagi bahan baku seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya, jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat,” jelas Mentan Syahrul.

Untuk menggemakan program Genta Organik, Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai unit pelaksanan Teknik Pendidikan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan Millenial Agriculture Forum (MAF) Goes to Campus Edisi 45 (26/11) yang melibatkan lebih dari 800 peserta baik yang tergabung secara offline maupun secara online.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, Genta Organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupuk anorganik. “Boleh menggunakan pupuk kimia, tapi dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang,” kata Dedi.