Anggota DPR Soroti Tak Becusnya Polri Ungkap Sosok Bjorka
JAKARTA- Anggota DPR soroti tak becusnya Polri ungkap sosok Bjorka. Anggota DPR Jazilul Fawaid menyikapi sulitnya Polri mengungkap dan menangkap Bjorka.
Sebelumnya Polri menangkap Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21) pemuda asal Madiun, Jawa Tengah lantaran berperan membantu hacker Bjorka. Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, merasa prihatin lantaran Bjorka asli belum ditangkap.
“Saya prihatin, kasihan pemuda asal Madiun itu ditangkap, terjerat masalah hukum, dia itu seakan menjadi korban dari Bjorka. Dia hanya masalah terhimpit ekonomi. Sementara Bjorka asli belum ditangkap, apalagi ketahui motifnya,” kata anggota DPR Jazilul saat dihubungi, Minggu (18/9/2022).
Menurut anggota DPR Jazilul Fawaid dengan belum ditangkapnya Bjorka, menandakan Indonesia masih lemah menghadapi teror siber dan hacker semacam Bjorka. Pemerintah dinilai gagal melacak keberadaan Bjorka.
“Ternyata kita masih lemah menghadapi teror siber dan hacker semacam Bjorka. Bahkan, tragisnya admin Bjorka yang asli terbahak bahak menghina pemerintah Indonesia, yang gagal melacak dan menangkapnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jazilul berharap Bjorka asli bisa cepat ditangkap. Dengan demikian pemerintah, kata Jazilul, bisa membuktikan pertahanan siber yang dimiliki sudah kuat.
“Saya berharap hacker Bjorka segera ditangkap, sekaligus buktikan pertahanan siber kita kuat.
Pemuda Madiun, Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21), ditangkap dan diperiksa Tim Cyber Mabes Polri. Kini MAH telah dipulangkan oleh polisi, namun berstatus tersangka.
MAH menjual channel Telegram ke admin Bjorka seharga US$100. MAH mengaku, awalnya hanya iseng bermain media sosial dan terhimpit masalah ekonomi hingga akhirnya memutuskan menjual channel Telegram pribadinya, @bjorkanism ke admin Bjorka. MAH mengaku menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi.(SW)







Comment