Anggota DPR Geram dengan Ulah Jendral yang Tembaki Kucing
JAKARTA- Kasus Jendral TNI yang menembaki kucing jadi sorotan DPR. Bahkan DPR geram dengan ulah Jendral yang tembaki kucing itu.
“Senjata dibeli bukan untuk menembaki kucing,” tegas Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menanggapi kasus penembakan sejumlah kucing di area Sesko TNI, Bandung, yang dilakukan seorang jenderal bintang satu berinisial NA. Meutya meminta agar Brigjen NA ditindak tegas.
“Saya minta tindak tegas pelaku penembakan kucing,” kata Meutya kepada wartawan, Kamis (18/8/2022).
Meutya mengaku tak habis pikir dengan aksi yang dilakukan Brigjen NA. Dia menyebut kucing yang juga merupakan ciptaan Tuhan tidak untuk dibunuh.
“Pertama jelas salah, kucing makhluk Tuhan, tidak untuk dibunuh. Kalaupun tidak bisa menyayangi, ya paling tidak jangan disakiti, apalagi dibunuh,” jelas Meutya.
Lebih lanjut, menurutnya, perlu ada evaluasi penggunaan senjata api bagi para anggota TNI agar tidak disalahgunakan. Dia menyampaikan peluru yang telah dibeli pakai uang negara bukanlah untuk menembak kucing.
“Kedua, penggunaan peluru. Peluru itu dibeli pakai uang negara bukan untuk menembaki kucing,” ujar Meutya.
Sebelumnya viral di media sosial video amatir yang memperlihatkan penemuan sejumlah bangkai kucing dengan kondisi tubuh bersimbah darah.
Berdasarkan informasi dari keterangan video tersebut, setidaknya enam ekor kucing diduga ditembak di kawasan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Martanegara, Bandung, Jawa Barat.
Pengunggah video, @rumahsinggahclow di media sosial Instagram menyebutkan, sebanyak empat ekor kucing dinyatakan mati. Sedangkan dua ekor kucing yang juga diduga ditembak, berhasil diselamatkan.
Akun tersebut juga menyebutkan, dari enam ekor kucing, tiga di antaranya dalam kondisi sedang hamil.
Adapun kucing yang berhasil selamat mengalami luka berat dan harus ditangani secara intensif. Salah satu kucing yang selamat dilaporkan mengalami luka tembak di bagian mata.
“Matanya ditembak dan tembus ke mulut. Saat ini di bawa ke @amoreanimalclinic Untuk Penangan Xray dan Operasi,” tulis @rumahsinggahclow.
TNI lantas mengungkap penembakan sejumlah kucing di area Sesko TNI, Jalan RAA Martanegara, Bandung, Jawa Barat (Jabar), dilakukan oleh seorang jenderal bintang satu. Terungkapnya identitas penembakan ini berawal dari perintah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
“Menindaklanjuti perintah Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa kemarin siang (Rabu, 17 Agustus 2022) untuk menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap beberapa ekor kucing di lingkungan Sesko TNI, Bandung, tadi malam Komandan Sesko TNI dan Tim Hukum TNI membenarkan bahwa Brigjen TNI NA (anggota organik Sesko TNI) telah menembak beberapa ekor kucing,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Prantara Santosa dalam keterangan tertulis, Kamis (18/8).
Prantara mengatakan Brigjen NA menembak kucing-kucing tersebut dengan senapan angin miliknya. Penembakan dilakukan Selasa (16/8), siang.
“Menggunakan senapan angin milik pribadi pada Selasa siang kemarin (16 Agustus 2022), sekitar jam 13.00 WIB,” ucap Prantara.
Brigjen NA mengakui alasannya menembaki kucing-kucing di wilayah Sesko TNI. Ia mengatakan maksudnya melakukan hal tersebut adalah untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal Sesko TNI.
“Berdasarkan pengakuannya, Brigjen TNI NA melakukan tindakan ini dengan maksud menjaga kebersihan & kenyamanan di lingkungan tempat tinggal / tempat makan Perwira Siswa Sesko TNI dari banyaknya kucing liar,” jelas Prantara.
Dapat dipastikan bahwa motif penembakan bukan karena kebencian terhadap kucing. “Dan bukan karena kebencian terhadap kucing,” imbuh Prantara.(SW)







Comment