Pencopotan baliho Ganjar juga terjadi di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Raykat Setdako Pematang Siantar, Junaedi Antonius Sitanggang, membenarkan pihaknya melakukan pencopotan sejumlah spanduk dan baliho Ganjar. Sebab pemasangan baliho ini menyalahi aturan.

“Bukan hanya spanduk bacapres tapi peserta pemilu 2024 (juga dicabut). Sebelum masa kampanye, Satpol PP masih melaksanakan tugasnya kalau di fasilitas umum, kalau rumah penduduk enggaklah. Sejauh ini yang dicabut itu yang di fasilitas umum,” kata Junaedi, Sabtu (11/11/2023).

Ganjar sendiri sudah bersuara terkait aksi pencopotan balihonya. Ganjar mengaku pihaknya akan taat aturan.

“Ya saya sudah minta komunikasi, klarifikasi soal itu. Masyarakat jangan marah, semua tenang saja sudah ada komunikasi dengan pemerintah dari Siantar atau dengan Satpol PP nya,” kata Ganjar usai pertemuan bersama tokoh masyarakat di Kisaran, dilansir, Sabtu (11/11/2023) malam.

Sementara itu Andika Perkasa meyakini, tekanan terhadap prajurit untuk mendukung calon tertentu pasti ada di Pilpres 2024. Keyakinan itu dilandasi atas pengalamannya pada Pilpres 2019.