Batu Ginjal dan Kencing Berdarah: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pilihan Penanganannya
katamerdeka.com – Batu ginjal merupakan kondisi ketika endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam menumpuk di ginjal atau saluran kemih. Pada sebagian orang, batu ginjal berukuran kecil tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika batu bergerak atau menghambat aliran urine, keluhan seperti nyeri pinggang, mual, hingga kencing berdarah dapat muncul.
Karena nyerinya sering terasa di punggung atau sisi tubuh, batu ginjal kerap disangka sebagai sakit otot biasa. Padahal, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada saluran kemih yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh batu ginjal, dan tidak semua batu memerlukan tindakan operasi. Dokter akan mempertimbangkan ukuran dan lokasi batu, tingkat sumbatan, kemungkinan infeksi, serta kondisi umum pasien untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Nyeri Pinggang dan Kencing Berdarah, Apa Hubungannya dengan Batu Ginjal?
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), batu ginjal dapat menimbulkan nyeri di pinggang atau sisi tubuh, tepat di bawah tulang rusuk. Nyeri dapat menjalar ke perut bagian bawah hingga selangkangan, muncul secara bergelombang, dan berubah intensitasnya.
Selain nyeri pinggang, gejala batu ginjal dapat meliputi:
- Mual dan muntah.
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
- Frekuensi buang air kecil meningkat.
- Urine berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan akibat adanya darah.
- Kesulitan buang air kecil ketika terjadi sumbatan.
Menurut Mayo Clinic, kencing berdarah atau hematuria dapat terlihat dari perubahan warna urine. Namun, darah dalam urine tidak selalu terlihat secara kasatmata. Kondisi ini juga dapat ditemukan melalui pemeriksaan urine.
Kencing berdarah dapat terjadi ketika batu mengiritasi atau melukai lapisan saluran kemih saat bergerak. Meski demikian, hematuria tidak selalu disebabkan oleh batu ginjal. Infeksi saluran kemih dan gangguan lain pada sistem kemih juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Karena itu, kencing berdarah sebaiknya tidak diabaikan, meskipun tidak disertai rasa sakit.
Kapan Keluhan Batu Ginjal Perlu Segera Diperiksa?
Beberapa tanda memerlukan perhatian medis segera, antara lain:
- Nyeri pinggang yang sangat hebat hingga sulit menemukan posisi nyaman.
- Demam atau menggigil yang disertai nyeri pinggang maupun gangguan berkemih.
- Sulit buang air kecil atau urine yang keluar sangat sedikit.
- Kencing berdarah yang menetap atau disertai kondisi tubuh yang memburuk.
Demam dan menggigil pada pasien dengan dugaan batu ginjal dapat mengindikasikan infeksi yang disertai sumbatan. Kondisi ini berpotensi membahayakan fungsi ginjal dan membutuhkan penanganan darurat.
Ukuran dan Lokasi Batu Menentukan Penanganan
Penanganan batu ginjal tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan gejala. Dokter perlu melakukan evaluasi untuk mengetahui ukuran batu, letaknya, serta dampaknya terhadap aliran urine dan fungsi ginjal.
Pemeriksaan biasanya diawali dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan urine, untuk mendeteksi darah, tanda infeksi, atau zat tertentu yang berkaitan dengan pembentukan batu.
- Tes darah, untuk menilai fungsi ginjal dan membantu mengidentifikasi kondisi yang menyertai.
- Pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi atau CT scan sesuai indikasi, untuk mengetahui lokasi, ukuran, dan kemungkinan sumbatan.
Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan apakah batu berpeluang keluar dengan sendirinya atau membutuhkan tindakan lebih lanjut.
Batu berukuran kecil yang tidak menimbulkan komplikasi terkadang dapat dipantau sambil mendapatkan penanganan untuk mengendalikan gejala. Sebaliknya, batu yang lebih besar, menyebabkan sumbatan, menimbulkan nyeri yang sulit dikendalikan, atau disertai infeksi mungkin membutuhkan tindakan urologi.
Jika batu berhasil dikeluarkan, dokter dapat menyarankan analisis batu untuk mengetahui komposisi mineralnya. Informasi ini berguna dalam menyusun strategi pencegahan kekambuhan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Obat, Laser, atau Operasi Batu Ginjal, Mana yang Tepat?
Pilihan penanganan batu ginjal bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi pasien. Tidak ada satu metode yang paling tepat untuk semua kasus.
1. Obat dan Pemantauan
Pada kasus tertentu, terutama batu kecil yang tidak menyebabkan komplikasi, dokter dapat merekomendasikan pemantauan dan obat untuk meredakan nyeri. Obat tertentu juga dapat membantu pengeluaran batu pada pasien yang memenuhi kriteria medis.
Kebutuhan cairan perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Anjuran untuk meningkatkan asupan air tidak boleh diterapkan secara sembarangan, terutama bila terdapat sumbatan atau kondisi medis lain yang membatasi cairan.
Selama masa pemantauan, pasien perlu mengikuti jadwal kontrol dan segera kembali ke fasilitas kesehatan jika nyeri memburuk, muncul demam, atau mengalami kesulitan berkemih.
2. Laser Batu Ginjal
Laser batu ginjal merupakan salah satu pilihan tindakan untuk memecah batu menjadi bagian yang lebih kecil. Prosedur ini umumnya dilakukan melalui teknik endoskopi, yaitu dengan memasukkan alat melalui saluran kemih untuk mencapai lokasi batu.
Laser dapat digunakan pada batu dengan ukuran dan lokasi tertentu. Setelah dipecah, fragmen batu dapat dikeluarkan menggunakan alat khusus atau dibiarkan keluar melalui urine, bergantung pada kondisi dan teknik yang digunakan.
Namun, laser batu ginjal tidak selalu menjadi pilihan pertama. Dokter urologi akan mempertimbangkan ukuran, lokasi, karakteristik batu, anatomi saluran kemih, serta kondisi pasien sebelum merekomendasikan prosedur.
3. Operasi Batu Ginjal
Operasi batu ginjal dapat dipertimbangkan ketika batu berukuran besar, kompleks, menyebabkan sumbatan, atau tidak dapat ditangani secara optimal dengan metode lain.
Beberapa prosedur yang dapat dipilih meliputi tindakan endoskopi melalui saluran kemih dan prosedur perkutaneus, yaitu tindakan dengan membuat akses kecil melalui kulit untuk mencapai batu di ginjal.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan terapi gelombang kejut untuk memecah batu tanpa membuat sayatan. Pemilihan metode dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata ukuran batu atau preferensi terhadap teknologi tertentu.
Tujuan penanganan adalah mengatasi batu secara efektif, menjaga fungsi ginjal, meredakan keluhan, dan mengurangi risiko komplikasi maupun kekambuhan.
Cegah Batu Ginjal Berulang dengan Evaluasi yang Tepat
Batu ginjal dapat kambuh, terutama pada orang yang memiliki riwayat batu sebelumnya atau faktor risiko tertentu. Karena itu, penanganan tidak hanya berfokus pada mengeluarkan batu yang sedang terbentuk, tetapi juga mengidentifikasi penyebab dan langkah pencegahannya.
Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan meliputi:
- Memenuhi kebutuhan cairan sesuai anjuran dokter.
- Mengatur konsumsi garam dan pola makan berdasarkan jenis batu serta faktor risiko.
- Mengikuti anjuran dokter jika terdapat gangguan metabolisme yang meningkatkan pembentukan batu.
- Menjalani pemeriksaan lanjutan apabila memiliki riwayat batu ginjal berulang.
Kebutuhan pencegahan setiap pasien dapat berbeda. Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter diperlukan agar perubahan pola makan, asupan cairan, maupun penggunaan obat dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Konsultasi Batu Ginjal dan Kencing Berdarah di Persada Hospital Malang
Keluhan nyeri pinggang yang disertai kencing berdarah sebaiknya diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. Evaluasi sejak dini membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai dan mengidentifikasi kondisi yang berpotensi mengganggu fungsi ginjal.
Di Malang, pasien dapat berkonsultasi mengenai batu ginjal dan masalah saluran kemih lainnya melalui Stone and Prostate Center Persada Hospital. Berdasarkan informasi layanan yang diberikan, Persada Hospital menyediakan dukungan teknologi untuk skrining serta tindakan operatif minimal invasif dan nonoperatif sesuai evaluasi dokter.
Untuk keluhan yang tidak bersifat darurat, pasien dapat mengakses pendaftaran online atau memeriksa jadwal dokter melalui kanal resmi Persada Hospital sebelum berkunjung.
Apabila mengalami demam atau menggigil yang disertai nyeri pinggang, kesulitan berkemih, nyeri hebat, atau kondisi yang memburuk, segera cari pertolongan medis darurat.
Informasi dan kontak Persada Hospital
- Email: info@persadahospital.co.id
- Telepon: (0341) 299 6333
- WhatsApp: 0811 3058 8585
- Emergency: (0341) 299 6299
- Alamat: Kompleks Araya Business Center, Jl. Raden Panji Suroso Kav. II–IV, Purwodadi, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
- Website: https://persadahospital.co.id/
Jangan abaikan kencing berdarah atau nyeri pinggang yang berulang. Konsultasi dengan dokter membantu memastikan penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda.









Comment