katamerdeka.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan membenahi dan memperbarui data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah makanan yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai dengan jumlah penerima di lapangan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pembaruan data penerima manfaat dilakukan secara berkala agar penerima MBG dapat teridentifikasi dengan jelas, baik berdasarkan identitas maupun satuan pendidikan.

“Pembaruan data diperlukan agar penerima manfaat dapat teridentifikasi secara jelas, termasuk berdasarkan identitas dan satuan pendidikan,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, penataan data merupakan bagian dari upaya membangun sistem penyaluran MBG yang lebih tertib. Data yang akurat juga memungkinkan pemerintah memantau perkembangan penerima manfaat dari waktu ke waktu.

Sudaryono menekankan pentingnya data by name, by address (BNBA) dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami ingin betul-betul by name, by address, BNBA-nya itu betul-betul benar. Kenapa? Karena kami mau tracing. Si Hasan, Budi, Ali, Siti, sebelum diberi MBG sama setelah diberi MBG itu perkembangannya bagaimana,” kata Sudaryono.

Sudaryono mengakui pembenahan sistem dan data penerima MBG membutuhkan proses serta menghadirkan kompleksitas tersendiri. Namun, ia menilai penataan tersebut perlu dilakukan agar persoalan yang muncul di kemudian hari dapat diminimalkan.

“Ini harus kami lakukan karena ini cara yang benar. Kalau kemarin yang mudah itu ternyata tidak mudah di belakangnya jadi persoalan. Nah, ini kami bereskan,” ujar mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut.

Selain membenahi data penerima, BGN juga akan terus mengevaluasi operasional dapur SPPG. Evaluasi mencakup kapasitas dapur, keamanan pangan, hingga kelayakan layanan.

Menurut Sudaryono, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam penyelenggaraan program MBG.

“Kualitas dan keamanan pangan merupakan bagian yang tidak dapat dikompromikan dalam pelaksanaan program,” katanya.

Melalui pembaruan data dan evaluasi operasional tersebut, BGN menargetkan penyaluran MBG dapat semakin terukur, tepat sasaran, serta didukung standar pelayanan dan keamanan pangan yang konsisten.