katamerdeka.com – Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Rajab dikenal sebagai salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan, sehingga menjadi momentum penting bagi kaum muslimin untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Dikutip dari buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad, bulan Rajab menjadi masa awal persiapan spiritual menjelang datangnya Ramadan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk mulai memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta meningkatkan amal kebaikan.

Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa Rajab memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Dari Hasan Bashri RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”

Rajab Termasuk Bulan Haram

Bulan Rajab juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

“Sesungguhnya zaman itu berputar sejak awal waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, di antaranya terdapat empat bulan haram, tiga berturut-turut: Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Muharram, serta satu bulan yang terpisah, yaitu Rajab, yang berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.”
(HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Menurut buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa’adah, kata Rajab berasal dari bahasa Arab yang bermakna “mulia”. Penamaan tersebut mencerminkan kemuliaan dan keagungan bulan Rajab. Pendapat lain menyebutkan bahwa bulan ini dinamakan Rajab karena para malaikat memuliakannya dengan memperbanyak tasbih dan tahmid.

Keutamaan Bulan Rajab bagi Umat Islam

Masih merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah keutamaan bulan Rajab yang dapat diraih umat Islam:

1. Pahala Dilipatgandakan
Sebagai salah satu bulan haram, amal saleh yang dilakukan pada bulan Rajab akan diganjar pahala berlipat ganda. Hal ini dijelaskan oleh Imam Al-Baghawi dalam Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an:

“Amal saleh lebih besar pahalanya di bulan-bulan haram. Sebaliknya, perbuatan zalim pada bulan tersebut dosanya juga lebih besar dibandingkan bulan lainnya.”

2. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Rajab juga dikenal sebagai bulan yang memiliki waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm menyebutkan:

“Telah sampai berita kepada kami bahwa doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam Nisfu Sya’ban.”

3. Dibangunkan Istana di Surga
Keutamaan lainnya adalah janji dibangunkannya istana di surga Firdaus bagi orang yang meringankan beban sesama muslim di bulan Rajab. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan saudaranya yang mukmin di bulan Rajab, Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga Firdaus, seluas sejauh pandangan matanya.”

4. Bulan Terjadinya Peristiwa Isra Mi’raj
Rajab juga menjadi bulan terjadinya peristiwa agung Isra Mi’raj, yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW melakukan perjalanan spiritual dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu.

Kapan Bulan Rajab 2026 Dimulai?

Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), 1 Rajab 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Bulan Rajab diperkirakan berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada Senin, 19 Januari 2026.

Momentum bulan Rajab menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mulai mempersiapkan diri secara spiritual, memperbanyak amal saleh, serta menyambut Ramadan dengan hati dan jiwa yang lebih bersih.