katamerdeka.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menanggapi gelombang unjuk rasa dan kericuhan yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Dalam pernyataan resminya dari Istana Merdeka, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah akan mendengar dan merespons aspirasi masyarakat secara terbuka dan bijak.

Prabowo juga mengumumkan langkah konkret dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) sebagai bentuk tanggapan atas keresahan publik. Mulai 1 September, DPR akan mencabut sejumlah kebijakan yang selama ini menuai kritik, termasuk pengurangan tunjangan anggota dan penghentian sementara (moratorium) kunjungan kerja ke luar negeri.

“Para pimpinan DPR telah menyampaikan bahwa kebijakan mengenai besaran tunjangan serta perjalanan luar negeri akan dicabut. Ini bentuk itikad untuk merespons langsung tuntutan rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah dirinya menggelar pertemuan dengan ketua umum partai politik serta pimpinan DPR dan MPR di Istana Merdeka. Beberapa anggota DPR yang dinilai menyampaikan pernyataan keliru juga telah dicabut keanggotaannya oleh partainya masing-masing.

Dalam pidatonya, Prabowo meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk membuka pintu bagi kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, kritik, dan koreksi terhadap jalannya pemerintahan.

“Saya perintahkan agar setiap instansi pemerintah bersedia menerima perwakilan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan kami dengar, catat, dan tindak lanjuti,” katanya.

Meski menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, Presiden menegaskan bahwa tindakan anarkis seperti perusakan, penjarahan, hingga ancaman terhadap keamanan nasional tidak akan ditoleransi. Ia mengaku telah memerintahkan TNI dan Polri untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum.

“Kita tidak bisa membiarkan ada tindakan yang mengarah pada makar dan terorisme. Aparat harus bertindak sesuai hukum terhadap siapa pun yang melakukan perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah warga, atau mengancam keselamatan publik,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Ia menekankan bahwa Indonesia sedang berada dalam fase kebangkitan dan harus dijaga bersama.

“Mari kita jaga ketenangan. Kita perbaiki kekurangan secara bersama-sama. Indonesia sedang bangkit jangan sampai dipecah oleh provokasi,” pungkas Prabowo.