JAKARTA – Ketua KPK Firli Bahuri membeberkan ada 16 pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terlibat dalam transaksi mencurigakan. Firli menyebutkan seluruhnya telah diproses KPK.

Awalnya, Firli mengatakan ada 33 laporan hasil analisis (LHA) ke pihaknya dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang memiliki nilai mencapai Rp 25 miliar. Hal ini dibeberkan Firli saat mengadakan rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2023).

Firli menyatakan, dari 33 LHA itu, telah dibagi sesuai pemetaan. Terdapat dua laporan yang tidak terdapat di dalam database KPK, dan ada lima LHA dalam proses penelaahan di Direktorat Pusat Pelayanan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) serta laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Sebanyak 11 laporan, kata dia, masuk ke penyelidikan, sementara 12 lainnya ke tingkat penyidikan. Sedangkan tiga laporan dilimpahkan ke Mabes Polri.

“Ingin kami sampaikan dari 12 LHA yang telah menjalani proses hukum sebagai berikut: pertama adalah AP (Andhi Pramono) transaksi Rp 60.166.172.800 sudah tersangka, Eddi Setiadi, Rp 51.800.000.000 sudah terpidana,” kata Firli.