katamerdeka.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, mengingatkan bahaya ideologi transnasional yang dapat mengancam eksistensi Pancasila, terutama di era digital. Hal ini disampaikan dalam diskusi “Dialog Kebangsaan dalam Rangka Persaudaraan Lintas Agama” yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2024).

“Ideologi transnasional yang berbahaya bagi Pancasila mengepung dari segala penjuru. Kita harus memantapkan toleransi yang sesuai dengan nilai-nilai luhur ideologi kita,” tegas Sugiat di hadapan 300 peserta.

Sugiat menekankan pentingnya menjaga nilai luhur Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda. Ia mengingatkan masyarakat untuk memilih guru agama yang tepat agar tidak terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Jangan sampai ideologi yang kalah luhur dan mulia meresap ke generasi muda. Pilih guru agama yang benar agar tidak tersesat oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila,” ujarnya.

Sugiat menyatakan dukungan penuh DPR terhadap program BNPT, termasuk memperbanyak dialog kebangsaan hingga tingkat desa. “Kami mendukung BNPT dengan legislasi dan penganggaran. Jika anggaran kurang, akan kami tambah,” tegasnya.

Kepala BNPT, Komjen Pol Eddy Hartono, menyebut kegiatan ini sebagai implementasi misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penguatan ideologi Pancasila sebagai prioritas.

“Presiden Prabowo menekankan pentingnya kegiatan yang memperkuat toleransi hingga ke tingkat desa,” kata Eddy. Ia juga meminta para pemuka agama untuk terus menjaga kerukunan umat beragama di masyarakat.

Diskusi ini menjadi langkah konkret dalam melindungi Pancasila dari pengaruh ideologi transnasional sekaligus merawat semangat persaudaraan lintas agama di Indonesia.