Ylva Baeckström, seorang dosen senior di King’s Business School, menyatakan bahwa generasi saat ini merasa seolah-olah mereka tidak akan pernah mencapai standar hidup seperti orang tua mereka. Akibatnya, doom spending menjadi semacam pelarian untuk menciptakan ilusi kontrol di tengah dunia yang terasa semakin tidak pasti.

Namun, Baeckström mengingatkan bahwa kebiasaan ini justru bisa membuat masa depan finansial seseorang semakin sulit, karena uang yang seharusnya bisa ditabung atau diinvestasikan digunakan untuk hal-hal yang tidak esensial.

Cara Mengatasi Doom Spending

Baeckström menekankan pentingnya memahami hubungan kita dengan uang agar bisa mengendalikan pengeluaran yang tidak sehat. Hubungan dengan uang sering kali dipengaruhi oleh bagaimana kita dibesarkan dan bagaimana keluarga kita mengelola keuangan.

Strategi untuk menghindari doom spending termasuk membuat transaksi lebih sulit atau nyata, seperti memilih untuk berbelanja di toko fisik daripada online. Rosenberg, seorang pakar keuangan, menyarankan bahwa proses berbelanja langsung, dari memilih toko hingga antre di kasir, bisa membantu seseorang lebih bijak dalam berbelanja.