katamerdeka.com – Sebanyak lebih dari 100 tokoh yang bakal mengisi kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah mengikuti pembekalan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dari Rabu (16/10/2024) hingga Kamis (17/10/2024). Mereka terdiri dari calon menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga utusan khusus yang akan menduduki jabatan penting di pemerintahan mendatang.

Meskipun para tokoh tersebut telah menerima pembekalan, Presiden terpilih Prabowo Subianto belum mengungkap secara resmi posisi dan jabatan spesifik yang akan diemban masing-masing. Pembekalan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB pada hari pertama, dengan agenda pengenalan calon menteri dan materi terkait geopolitik, kesuksesan negara, serta produk domestik bruto (GDP).

Daftar Tokoh yang Hadir di Hari Pertama

Beberapa nama yang mengikuti pembekalan pada hari pertama termasuk:

  1. Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi
  2. Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Fadli Zon
  3. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan
  4. Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar
  5. Menteri Keuangan, Sri Mulyani
  6. Menteri BUMN, Erick Thohir
  7. Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin
  8. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
  9. Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra

Pembekalan di Hari Kedua

Pada hari kedua, giliran calon wakil menteri, kepala badan, dan utusan khusus yang mendapat pembekalan dengan materi tentang masa depan kecerdasan buatan (AI) dan komunikasi dengan media massa. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Beberapa tokoh yang hadir di hari kedua di antaranya:

  1. Mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya
  2. Dubes Indonesia untuk PBB, Armanatha Natsir
  3. Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta
  4. Politikus Gerindra, Immanuel Ebenezer
  5. Wamen BUMN, Kartika Wirjoatmodjo
  6. Eks Wamenkumham, Edward Omar Syarif Hiariej
  7. Aktivis 98, Mugiyanto
  8. Presenter Kompas TV, Ni Luh Puspa

Pembekalan yang berlangsung selama dua hari ini menyiapkan para tokoh yang akan membantu Prabowo-Gibran dalam membangun pemerintahan mendatang, dengan fokus pada inovasi dan kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan negara.