PT Telkom Indonesia bersama dengan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) secara resmi mengumumkan langkah strategis dalam melakukan perampingan struktur organisasi perusahaan di Jakarta pada Agustus 2026. Langkah besar ini diwujudkan melalui kebijakan untuk memangkas 34 entitas usaha dari total 67 entitas yang dimiliki perusahaan saat ini, yang terdiri dari 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya transformasi menyeluruh untuk membangun organisasi yang lebih ramping, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri digital yang terus berkembang pesat.

Transformasi ini menjadi sangat krusial bagi masa depan Telkom karena bertujuan untuk mempercepat pengambilan keputusan serta meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Dengan menyederhanakan struktur grup usaha, perusahaan diharapkan dapat bergerak lebih lincah dan menciptakan nilai bisnis yang lebih besar bagi pemangku kepentingan. Fokus utama dari inisiatif ini adalah memastikan bahwa setiap unit bisnis yang tersisa mampu memberikan kontribusi optimal terhadap target jangka panjang perusahaan, sekaligus memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin pasar dalam ekosistem digital nasional yang semakin menuntut daya saing global.

Proses transformasi ini tidak hanya sekadar perubahan administratif, melainkan sebuah langkah fundamental dalam menata ulang tata kelola perusahaan agar lebih adaptif terhadap tantangan pasar. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi bukan sekadar mengubah struktur organisasi semata. Hal yang paling esensial adalah memastikan perusahaan dapat bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui program streamlining yang sedang berjalan, Telkom kini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh portofolio bisnisnya untuk memastikan sinergi yang lebih kuat di masa depan.

Langkah strategis ini juga mencakup penguatan leadership pipeline guna memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang kompeten dalam mengelola entitas yang telah disederhanakan. Dengan berkurangnya jumlah entitas usaha, koordinasi antar lini bisnis diharapkan menjadi lebih efektif, sehingga hambatan birokrasi yang selama ini mungkin memperlambat gerak perusahaan dapat diminimalisir. Fokus pada penciptaan nilai jangka panjang menjadi landasan utama bagi jajaran direksi Telkom dalam menjalankan mandat transformasi ini, yang diharapkan mampu membawa perusahaan menjadi entitas yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.

Target Transformasi Menuju 2027

Seluruh rangkaian proses perampingan ini telah memiliki peta jalan yang jelas dengan target penyelesaian yang terukur. Langkah transformasi ini ditargetkan rampung pada tahun 2027 untuk membentuk Strategic Holding Organization yang lebih solid dan terintegrasi. Dengan tercapainya target tersebut, Telkom diharapkan memiliki struktur organisasi yang ideal untuk mendukung ambisi perusahaan sebagai perusahaan digital nasional yang adaptif.

Penguatan Tata Kelola dan Sinergi Bisnis

Penyederhanaan struktur organisasi yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola perusahaan secara menyeluruh. Melalui sinergi bisnis yang lebih baik, Telkom diproyeksikan mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mempercepat inovasi digital. Fokus pada efisiensi ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga memperkuat posisi Telkom dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Dalam jangka panjang, keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur bagi transformasi BUMN lainnya di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari BP BUMN dan Danantara, Telkom terus berupaya memastikan bahwa setiap tahapan streamlining berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan. Komitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan teknologi menjadi kunci utama bagi Telkom dalam mempertahankan relevansinya di tengah persaingan industri telekomunikasi dan digital yang semakin ketat. Seluruh jajaran manajemen Telkom kini tengah bekerja keras untuk memastikan bahwa transisi menuju struktur holding yang baru dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu operasional bisnis inti perusahaan yang melayani jutaan pelanggan di seluruh pelosok negeri.

Ke depan, Telkom akan terus memantau perkembangan dari hasil perampingan ini untuk memastikan bahwa efisiensi yang dicapai benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan dan daya saing perusahaan. Transformasi ini merupakan bukti nyata bahwa Telkom serius dalam melakukan pembenahan internal demi menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan. Dengan struktur yang lebih ramping dan fokus yang lebih tajam, Telkom optimis dapat terus memimpin transformasi digital nasional dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.