“Jadi mulai bisa merespon terhadap lingkungan dan juga bisa mengikuti command (perintah),” lanjutnya.

Alasan dokter memperbolehkan David pulang yaitu kondisi motoriknya yang jauh membaik. Meski demikian, David masih memerlukan perawatan yang cukup panjang lantaran kondisinya belum sepenuhnya pulih terutama pada bagian motorik halus dan kognitif.

“Jadi kita pulangkan hari ini karena dari sisi motoriknya jauh lebih membaik, kognisinya juga jauh membaik walaupun tidak 100 persen. Tetapi ini jauh lebih baik dibandingkan kondisi pertama yaitu koma,” kata dr Yeremia.

Selain itu, David juga sudah bisa melakukan sejumlah aktivitas seperti makan, minum, dan menggunakan handphone. dr Yeremia menambahkan, perlu perbaikan pada kognisinya agar David bisa pulih seperti sedia kala.

David tetap menjalani perawatan di rumah (home care) selama kurang lebih 6 bulan untuk memulihkan kondisinya. Bahkan ayah David, Jonathan Latumahina menyulap kamar anaknya menjadi Intensive Care Unit (ICU).

“Perlakuan home care ini sama seperti ICU, yaitu: tim perawat 24 jam, kunjungan dokter, okupasi terapi, terapi wicara, pemasangan bed standar perawatan RS, oksigen, concentrate dan monitor EKG,” tulis Jonathan melalui akun Instagram-nya, @tidvrberjalan, Sabtu (15/4/2023).