Perjalanan panjang yang dilalui oleh Rangga Kusuma Putra untuk mencapai titik ini bukanlah hal yang mudah, mengingat ia harus melewati serangkaian seleksi yang sangat ketat dan berjenjang. Proses kompetisi dimulai dari tingkat universitas, kemudian berlanjut ke tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), hingga akhirnya berhasil menembus babak final di tingkat nasional. Dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh Rangga selama proses seleksi tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah yang patut diteladani oleh seluruh mahasiswa di tanah air. Keberhasilan ini sekaligus menjadi sejarah pertama bagi Universitas Negeri Jakarta yang mampu menempatkan mahasiswanya sebagai pemenang utama dalam kategori khusus tersebut, yang menunjukkan bahwa dukungan lingkungan akademik yang kondusif sangat berperan dalam memfasilitasi mahasiswa untuk meraih prestasi gemilang.

Dalam pernyataannya, Rangga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dukungan yang diberikan oleh keluarga, dosen, teman-teman, serta seluruh sivitas akademika UNJ yang telah mendampinginya selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung. Baginya, ajang Pilmapres bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan sebuah wadah pembelajaran yang mengajarkan nilai-nilai ketangguhan, inovasi, dan kebermanfaatan bagi sesama. Ia berharap bahwa capaian yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa penyandang disabilitas lainnya di seluruh Indonesia agar lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki serta berani berkompetisi di berbagai ajang tingkat nasional maupun internasional.