“Tren investasi properti di Bali saat ini sangat terlihat, terutama dari kalangan WNA. Bali telah menjadi melting point bagi para investor multinasional, terutama dari Eropa dan negara-negara lainnya,” jelas Prisca.

Pemerintah Indonesia juga berperan dalam mendorong tren ini dengan memperkenalkan peraturan baru yang mempermudah WNA untuk membeli properti di Indonesia dengan syarat-syarat tertentu. Hal ini semakin memperkuat daya tarik Bali di mata investor asing.

Perkembangan Properti Pasca COVID-19

Perkembangan properti di Bali mengalami lonjakan tajam setelah pandemi COVID-19. Sebelumnya, banyak WNA yang datang ke Bali hanya untuk berlibur atau menetap sementara dalam suasana santai. Namun, pasca pandemi, pandangan mereka berubah. Bali kini dilihat sebagai destinasi investasi yang menjanjikan dengan prospek bisnis yang menguntungkan.

“Setelah COVID-19, tahun 2022 menjadi momen perubahan besar di Bali. Sektor properti berkembang dengan sangat cepat, bahkan nilai properti mengalami fluktuasi signifikan dalam waktu hanya tiga bulan,” ungkap Prisca.

Bali sebagai Destinasi Investasi Masa Depan

Kini, Bali tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata eksotis, tetapi juga sebagai destinasi bisnis yang menarik bagi WNA dari seluruh dunia. Dengan iklim yang mendukung, infrastruktur yang terus berkembang, serta peraturan pemerintah yang pro-investasi, Bali menjadi pilihan ideal bagi para investor properti yang mencari peluang baru.