katamerdeka.com – Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Vietnam Luong Cuong menggelar pertemuan bilateral untuk membahas potensi kerja sama ekonomi, termasuk target perdagangan sebesar 18 miliar dolar AS. Pertemuan berlangsung di sela-sela agenda internasional di Lima, Peru, Jumat (15/11/2024).

Presiden Luong Cuong menekankan pentingnya perluasan pasar dan peningkatan fasilitas perdagangan melalui koordinasi antara kementerian terkait. “Saya telah meminta menteri terkait untuk memperluas pasar kita dan memperkuat perdagangan kedua negara,” ujar Luong Cuong, seperti dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/11/2024).

Usulan Kemitraan Strategis Komprehensif

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Luong Cuong juga mengusulkan peningkatan hubungan bilateral menjadi comprehensive strategic partnership bertepatan dengan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam pada tahun 2025. Ia berharap kerja sama yang lebih erat dapat membawa manfaat strategis bagi kedua negara.

Di luar isu perdagangan, Luong Cuong menyoroti resolusi hukum terkait isu Laut China Selatan yang telah diratifikasi oleh Vietnam. Ia mengharapkan dukungan Indonesia dalam forum internasional seperti PBB untuk menciptakan stabilitas kawasan.

“Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan dan kapasitas yang Anda miliki, Anda akan membawa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” puji Presiden Luong kepada Prabowo.

Komitmen untuk Hubungan Diplomatik yang Lebih Kuat

Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengucapkan selamat atas pelantikan Luong Cuong sebagai Presiden Vietnam pada 21 Oktober 2024. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Presiden Vietnam dalam upacara pelantikannya sehari sebelumnya.

“Hubungan Indonesia-Vietnam telah terjalin selama 70 tahun dengan sangat baik. Kami berharap dapat terus meningkatkan kemitraan strategis ini,” ujar Prabowo.

Pertemuan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama di berbagai sektor, terutama menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.