“Kalau kita lihat industri di Indonesia ini lebih banyak di informal daripada formal. Oleh karenanya mereka tidaj membayar pajak. Ini mungkin sesuatu yang kita harus lebih dorong untuk bantu bagaimana bisa konversi dari informal ke formal sehingga bisa bantu juga daripada peningkatan pemasukan pajak,” sambungnya.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (Apregindo) Handaka Santosa mengatakan tidak setuju dengan rencana kenaikan PPN jadi 12% tersebut. Ia berharap pemerintahan baru nanti, yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat membatalkan aturan kenaikan PPN tersebut.

“Kenapa sih PPN harus naik 12%? Itu dibebankan ke siapa? Ke masyarakat lho, bukan ke pengusaha. Kan PPN yang bayar masyarakat. Kalau belanja ke (pusat perbelanjaan) seperti Matahari, di dalamnya ada unsur 10%, sekarang sudah 11%, nanti jadi 12%. Pengeluaran yang lain jadi berkurang kalau tetap mau beli, atau anda nggak jadi belanja,” kata Handaka, Kamis (21/3/2024), dikutip dari CNBC Indonesia.