katamerdeka.com – Sejumlah pejabat negara mulai menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad (Persero) sebagai kendaraan dinas. Penggunaan kendaraan buatan dalam negeri tersebut terlihat dalam momentum peringatan HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026).

Salah satu pejabat yang terpantau menggunakan Maung Garuda adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar. Ia menggunakan kendaraan tersebut dengan pelat nomor RI 27 untuk menjalankan sejumlah agenda kedinasan.

Muhaimin juga membagikan momen pertama dirinya menggunakan Maung Garuda melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyebut penggunaan kendaraan tersebut bukan sekadar pergantian mobil dinas, melainkan membawa pesan tentang kepercayaan terhadap produk buatan Indonesia.

“Bangga Buatan Indonesia!” ujar Muhaimin dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Menurut Muhaimin, Maung Garuda menjadi salah satu bukti kemampuan industri nasional dalam menghasilkan produk bernilai tinggi untuk kebutuhan strategis negara.

“Bukti penting kalau Indonesia mampu. Dirancang, dirakit, dan dikerjakan oleh tangan anak bangsa sendiri,” katanya.

Muhaimin bukan satu-satunya pejabat yang mulai menggunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga terlihat menggunakan Maung Garuda bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo.

Keduanya menggunakan Maung Garuda berwarna putih dengan pelat nomor RI 24 saat menuju Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin siang.

Airlangga mengatakan dirinya baru menerima kendaraan dinas tersebut pada akhir pekan lalu.

“Baru dapat hari Sabtu, ini kami pakai,” ujar Airlangga kepada wartawan di Istana, Senin (5/10/2026).

Selain Muhaimin dan Airlangga, sejumlah pejabat lain juga terpantau menggunakan Maung, di antaranya Panglima TNI Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah menggunakan Maung Garuda dalam sejumlah agenda kenegaraan.

Penggunaan Maung oleh para pejabat tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta jajaran menteri menggunakan kendaraan produksi PT Pindad.

Maung memiliki sejarah pengembangan yang berawal dari kendaraan taktis 4×4. Pengembangan dan produksinya kemudian ditangani PT Pindad hingga melahirkan sejumlah varian.

Salah satu pengembangan terbarunya adalah MV3 Garuda Limousine. Kendaraan ini hadir dengan desain yang lebih elegan, kabin yang dilengkapi berbagai fitur, serta perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan kenegaraan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menggunakan Maung Garuda sebagai kendaraan kepresidenan.

Dalam proses produksinya, Maung melibatkan rantai industri yang lebih luas, mulai dari desain, rekayasa, pengujian, validasi hingga manufaktur.

Komponen dalam negeri juga diutamakan. Namun, sejumlah komponen seperti mesin dan transmisi masih diperoleh melalui kerja sama dengan mitra global.

Pemerintah sebelumnya menargetkan Indonesia mampu memproduksi mobil nasional secara penuh. Penggunaan Maung oleh pejabat negara menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong penggunaan produk industri dalam negeri.

Prabowo bahkan menyampaikan bahwa penggunaan Maung oleh para pejabat akan segera diperluas.

“Sebentar lagi saudara-saudara semua [pejabat] harus pakai Maung,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Istana Negara, Jakarta, 20 Oktober 2025.