katamerdeka.com – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke China menghasilkan kesepakatan investasi senilai lebih dari 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 157 triliun. Pada Minggu (10/11/2024), perusahaan asal Tiongkok dan Indonesia resmi menandatangani kesepakatan dalam Indonesia-Tiongkok Business Forum 2024 di Beijing, yang disaksikan oleh Prabowo dan Presiden China, Xi Jinping.

Kesepakatan ini mencakup sektor pertambangan, ketahanan pangan, dan pariwisata. Prabowo menekankan pentingnya sinergi dengan China dalam mendorong kebangkitan ekonomi kedua negara.

“Kami ingin menjadi bagian dari kebangkitan ini. Kami memandang China sebagai kekuatan besar, baik secara ekonomi maupun sebagai pusat peradaban,” ucap Prabowo.

Selama pertemuan dengan Xi Jinping pada Sabtu (9/11/2024), Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang teknologi energi, ekonomi digital, dan pembangunan hijau. Kedua negara sepakat meningkatkan investasi pada kendaraan energi baru, baterai litium, serta fotovoltaik, selain memperkenalkan langkah visa baru untuk meningkatkan pariwisata.

Dalam pertemuan di Great Hall of the People, Beijing, Indonesia dan China menandatangani 7 kesepakatan utama, antara lain:

  1. Protokol Ekspor Buah Kelapa Segar dari Indonesia ke China
  2. Pedoman Teknis untuk Perikanan Tangkap Berkelanjutan
  3. Kerja Sama Ekonomi Biru
  4. Kerja Sama Sumber Daya Mineral
  5. Kerja Sama Mineral Hijau
  6. Kerja Sama Sumber Daya Air
  7. Kerja Sama Penilaian Kesesuaian

Presiden Xi Jinping menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan kesiapan China untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pengentasan kemiskinan, obat-obatan, perikanan, dan pertanian bersama Indonesia.