JAKARTA – Krisis Global, gelombang PHK melanda Perusahaan Internasional dan Nasional. Hal ini imbas dari gejolak perekonomian dunia yang tak menentu sepanjang tahun 2022 ini.

Beberapa perusahaan berskala global, seperti Twitter, Intel, Xiaomi, Netflix, Microsoft, Meta, Unilever, Ford, GAP telah melakukan PHK terhadap sejumlah besar karyawannya. Efisiensi perusahaan, pendapatan yang berkurang, restrukturisasi perusahaan, hingga terjadinya kerugian menjadi alasan dilakukannya PHK massal.

DPD RI Khawatir SK Kementerian LHK 287/2022 Membawa Kepentingan Asing

Sementara di dalam negeri sendiri, beberapa perusahaan juga terpaksa harus melakukan efisiensi besar-besaran yang berujung pada PHK karyawannya. Perusahaan rintisan atau startup paling banyak terdampak akibat gejolak perekonomian global yang tidak menentu. Beberapa diantaranya bahkan sampai harus gulung tikar. Semua merasakan krisis global.

PT Shopee Indonesia, perusahaan e-commerce yang cukup besar terpaksa mem-PHK ratusan karyawannya pada September lalu. Pihak Shopee mengatakan ini adalah langkah terakhir yang harus ditempuh demi keberlanjutan perusahaan, setelah sebelumnya melakukan beberapa perubahan kebijakan bisnis.