Pigai menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp64 miliar yang dialokasikan saat ini dianggapnya belum cukup untuk mendukung rencana ambisius ini. “Saya ingin mendirikan Unham dengan berbagai jurusan, pusat studi, dan laboratorium HAM yang pertama dan satu-satunya di dunia. Untuk itu, dibutuhkan anggaran yang memadai,” ujar Pigai.