katamerdeka.com – Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian melakukan penataan ulang struktur organisasi dan tata kelola. Penyesuaian ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi guna mencapai target pemerintahan, termasuk pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Penataan tersebut diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 139 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 143 Tahun 2024, yang mengubah struktur organisasi Kemenko Perekonomian menjadi lima kedeputian. Kementerian ini kini mengoordinasikan tugas-tugas strategis seperti pengelolaan BUMN, kerja sama ekonomi dan investasi, perdagangan dan ekonomi digital, energi dan sumber daya mineral (ESDM), serta industri, ketenagakerjaan, dan pariwisata.

Sebagai bagian dari penyelarasan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melantik 40 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II, terdiri dari 35 pejabat di lingkungan Kemenko Perekonomian dan lima pejabat di Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Hari ini kita melantik 40 pejabat. Saya berharap pelaksanaan penugasan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, disertai inovasi dan terobosan untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” kata Airlangga dalam acara pelantikan, Kamis (12/12).

Presiden Prabowo berkomitmen melanjutkan visi dan misi Asta Cita, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Untuk mencapainya, Menko Airlangga menyampaikan beberapa prioritas di tiap kedeputian, di antaranya:

  • Pemerataan ekonomi dan pengentasan kesenjangan.
  • Pengawalan kerja sama internasional.
  • Penguatan neraca perdagangan.
  • Mendorong penggunaan energi terbarukan.
  • Pengembangan industri padat karya dan produktivitas tenaga kerja.
  • Peningkatan devisa pariwisata melalui kemudahan akses destinasi wisata.

“Bapak Presiden berharap ekonomi Indonesia terus tumbuh meskipun kondisi global tidak menentu. Inovasi dan iklim investasi yang sehat menjadi kunci untuk mencapai target,” tegas Airlangga.

Menko Airlangga juga menyebutkan bahwa investasi tahun depan ditargetkan mencapai Rp2.200 triliun. Dengan anggaran pemerintah hanya berkontribusi sekitar 17%, perekonomian akan sangat bergantung pada konsumsi masyarakat dan investasi. Oleh karena itu, inovasi dalam menjaga iklim investasi menjadi pekerjaan rumah utama.

“Kunci keberhasilan ada pada sinergi dan inovasi. Dengan upaya bersama, saya yakin target ini dapat tercapai,” tutup Airlangga.