katamerdeka.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas sebesar 109 ton PT Antam pada periode 2010-2022 mencapai Rp1 triliun. Angka pasti kerugian negara masih dalam proses perhitungan oleh ahli.

“Estimasi sementara dari penyidik menunjukkan kerugian sekitar Rp1 triliun. Namun, angka pastinya akan didasarkan pada perhitungan ahli yang sedang kami koordinasikan dan diharapkan selesai dalam waktu dekat,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, pada Kamis (18/7) malam.

Harli menegaskan bahwa emas Antam yang beredar di masyarakat adalah emas asli. “Emas itu tidak palsu, namun merek PT Antam telah dilekatkan secara ilegal oleh para tersangka, menyebabkan selisih harga antara harga pembelian dan harga yang dilekatkan dengan merek tersebut,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan tujuh orang tersangka baru, yaitu LE, SL, SJ, JT, GAR, DT, dan HKT. Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan enam tersangka lainnya, yaitu TK, HN, DM, AHA, MA, dan ID. Semua tersangka merupakan General Manager (GM) Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Lokamulia (UBPPLM) PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada periode 2010 hingga 2021.

Comment

katamerdeka.com – Renald Fadli merupakan seorang TikToker dan kreator konten yang aktif di dunia entertainment dan media sosial. Namanya
katamerdeka.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi penting untuk
katamerdeka.com, Bone — Sebanyak 324 mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa resmi dikukuhkan sebagai bagian dari
TANGERANG — Upaya mediasi dalam kasus dugaan perusakan yang dilaporkan seorang pedagang adil di kawasan Pujasera Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
katamerdeka.com, Kolaka Timur – Nama Prima Setya Abdi Negara, SE, mulai diperbincangkan sebagai salah satu putra daerah yang disebut-sebut
katamerdeka.com, Jakarta – Sebanyak 1.532 lulusan pendidikan vokasi dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring
katamerdeka.com – Seiring bertambahnya transaksi dan kanal penjualan, tantangan perusahaan bukan lagi sekadar menjual produk secara online,