Senada dengan Agung, peneliti politik di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Jati, menilai bahwa eksistensi seorang tokoh politik sulit dipertahankan tanpa kendaraan politik berupa partai. Menurutnya, partai merupakan alat agregasi dan artikulasi kepentingan dalam pemerintahan.

“Seseorang harus berpartai jika ingin tetap eksis dalam politik. Jika tidak memiliki kendaraan politik, sulit untuk menembus pemerintahan,” ujar Wasis.

Modal Politik Jokowi dan Daya Tarik Partai Super Tbk

Wasis menilai bahwa Jokowi memiliki modal politik yang cukup kuat untuk mendirikan partai baru. Modal itu meliputi jaringan relawan yang masih aktif, popularitas yang tetap tinggi di masyarakat, serta keberadaan anggota keluarga dalam struktur kekuasaan politik.

“Yang kita bisa garis bawahi, modal politik itu ada, baik secara kualitas maupun jaringan,” katanya.

Selain itu, Wasis melihat bahwa konsep Partai Super Tbk yang inklusif dan terbuka merupakan kritik terhadap partai-partai yang cenderung dikuasai oleh faksi tertentu. Model partai terbuka ini berusaha untuk membalik stigma partai politik yang berbasis patronase dan kepemilikan individu.