Iran Luncurkan Operasi Janji Pasti Terhadap Israel, IDF dan AS Tangkis Serangan Masif
katamerdeka.com – Iran Luncurkan. Melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan pelaksanaan “Operasi Janji Pasti,” sebuah serangan terkoordinasi yang menyasar wilayah Israel. IRGC menegaskan bahwa operasi ini adalah respons terhadap “kejahatan berulang” oleh Israel, termasuk serangan terhadap Konsulat Iran di Damaskus yang terjadi pada 1 April lalu.
Di Jerusalem, koresponden BBC melaporkan bahwa sirene peringatan serangan udara diaktifkan pada pukul 01:45 waktu setempat, disusul oleh suara ledakan yang keras. Sistem pertahanan udara Israel terlihat aktif menembak jatuh objek di angkasa yang menerangi langit malam.
Menurut Laksamana Muda Daniel Hagari, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Iran Luncurkan “gerombolan besar” yang terdiri dari lebih dari 200 drone pembunuh, rudal jelajah, dan rudal balistik dari jarak sekitar 1.800 km. Dia menyatakan bahwa sistem pertahanan Israel dan sekutunya berhasil mencegat sebagian besar serangan tersebut, dengan puluhan rudal dan drone ditembak jatuh di luar wilayah Israel.
Sementara itu, laporan dari CBS News menyebutkan bahwa Amerika Serikat juga terlibat dalam menangkis serangan ini dengan menembak jatuh beberapa rudal.
Situasi ini memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan, dan respons internasional terhadap eskalasi ini masih terus berkembang. Sebagai dampak dari serangan ini, berbagai pihak internasional mulai mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap potensi eskalasi lebih lanjut, menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan mencari solusi diplomatik guna menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.
Dalam konteks internasional, serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap stabilitas regional. Pemerintah di berbagai negara, termasuk anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan penghentian langsung kekerasan dan kembali ke meja perundingan. Kritik juga datang dari organisasi hak asasi manusia yang mendesak agar tindakan militer tidak mengorbankan nyawa sipil dan mematuhi hukum internasional.
Di sisi lain, masyarakat di kedua belah pihak mengalami peningkatan ketegangan dan ketakutan. Di Israel, warga sipil menghabiskan malam mereka di tempat perlindungan sementara di Iran, ada laporan tentang demonstrasi pro-pemerintah mendukung tindakan militer tersebut. Kedua negara tampaknya bersiap untuk kemungkinan eskalasi lebih lanjut, memperkuat pertahanan mereka dan mempersiapkan masyarakat sipil untuk skenario yang mungkin terjadi.
Tim Redaksi








Comment