katamerdeka.com – Sosok Indra Sjafri kembali menjadi sorotan setelah Timnas Indonesia U-20 gagal melaju dari fase grup Piala Asia U-20 2025. Tim Garuda Nusantara harus tersingkir setelah kalah 1-3 dari Uzbekistan pada laga kedua Grup C, Minggu (16/2). Hasil ini membuat Indonesia dan Yaman dipastikan tersingkir dari kompetisi.

Sebelum turnamen, Indra Sjafri yang pernah menangani Bali United mengusung ambisi membawa Timnas Indonesia U-20 ke Piala Dunia U-20 2025 dengan menembus babak semifinal Piala Asia U-20. Namun, kekalahan ini menghancurkan impian tersebut.

Rekam Jejak Indra Sjafri di Piala Asia U-20 Indra Sjafri telah tiga kali menangani Timnas Indonesia U-20 (sebelumnya U-19) di ajang Piala Asia. Prestasi terbaiknya diraih saat membawa Indonesia U-19 ke perempat final Piala Asia 2018. Kala itu, Indonesia yang menjadi tuan rumah lolos bersama Qatar dari Grup A. Sayangnya, langkah Timnas terhenti di tangan Jepang di babak delapan besar.

Pada Piala Asia U-19 2014, yang menjadi debut Indra Sjafri di turnamen ini, Timnas Indonesia tersingkir di fase grup. Dari tiga laga, Evan Dimas dan kawan-kawan menelan kekalahan di semua pertandingan. Indonesia harus puas menjadi juru kunci di grup yang dihuni Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Australia.

Laga Terakhir Tak Berpengaruh Timnas Indonesia U-20 masih menyisakan satu pertandingan melawan Yaman pada laga terakhir Grup C Piala Asia U-20 2025, Rabu (19/2). Namun, hasil pertandingan ini tidak lagi berpengaruh pada peluang lolos, karena Indonesia dan Yaman telah dipastikan tersingkir dari persaingan di fase grup.

Kegagalan di Piala Asia U-20 2025 ini menambah catatan kegagalan Indra Sjafri dalam menembus prestasi lebih tinggi di ajang ini, dan kembali memicu perdebatan terkait efektivitas kepemimpinannya di Timnas usia muda.