Hendra Lembong Resmi Jabat Presiden Direktur BCA, Tongkat Estafet dari Jahja Setiaatmadja
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi menunjuk Gregory Hendra Lembong sebagai Presiden Direktur baru, menggantikan Jahja Setiaatmadja yang kini menempati posisi sebagai Presiden Komisaris. Pergantian kepemimpinan ini efektif berlaku mulai 1 Juni 2025, menyusul hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Hukum dan HAM.
Pergantian ini menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh BCA, sekaligus menandai akhir era kepemimpinan Jahja yang telah memimpin bank swasta terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade.
Siapa Hendra Lembong?
Gregory Hendra Lembong bukan sosok baru di dunia perbankan. Lahir di Jakarta pada tahun 1972, Hendra menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, antara lain di University of Washington dan Stanford University, dengan fokus studi di bidang teknik dan sistem ekonomi teknik.
Karier perbankannya dimulai dari program pelatihan manajemen di Citibank pada pertengahan 1990-an. Ia kemudian meniti jalan profesional di beberapa posisi strategis regional, termasuk di Hong Kong dan London. Di sana, ia mengelola kanal distribusi dan aliansi strategis untuk layanan manajemen kas di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Hendra bergabung dengan BCA beberapa tahun silam dan terakhir menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur. Ia juga terlibat aktif dalam pengembangan anak usaha digital BCA, seperti Bank Digital BCA dan Central Capital Ventura.







Comment