Dalam pernyataan terbarunya, Medvedev kembali memperingatkan bahwa risiko nuklir telah meningkat. “Pengiriman senjata asing ke Ukraina setiap hari semakin membawa dekat kiamat nuklir,” sebutnya.

Disebutkan juga oleh Medvedev bahwa hubungan antara Rusia dan Barat saat ini berada pada titik terburuk yang pernah ada. Dia menuduh Barat kini ingin memecah-belah Rusia menjadi sejumlah negara yang lebih lemah dan mencuri sumber daya alam yang besar.

Kendati demikian, Medvedev juga meyakini bahwa hubungan Rusia dengan Barat akan membaik suatu hari nanti, meskipun itu akan memakan waktu lama.

“Saya meyakini cepat atau lambat situasinya akan stabil dan komunikasi akan kembali dilanjutkan, tapi saya sangat berharap bahwa pada saat itu, sebagian besar orang-orang itu (para pemimpin Barat-red) akan pensiun dan beberapa akan meninggal,” ujarnya.

Invasi Rusia ke Ukraina yang dilancarkan sejak 24 Februari 2022 telah memicu konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II dan menjadi konfrontasi terbesar antara Moskow dan negara-negara Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962 silam.(SW)