Explore Jailolo, Part 3 – Orom Sasadu: Tradisi yang Menyatukan Jiwa
Katamerdeka.com, Explore Jailolo, Part 3 – Jika pagi di Jailolo adalah milik alam, maka senja adalah waktunya budaya mengambil panggung. Di Desa Galala, Halmahera Barat, denting tradisi bergema lembut saat ritual Orom Sasadu digelar—sebuah perayaan sakral milik masyarakat Suku Sahu yang diwariskan turun-temurun. Ini bukan pertunjukan bagi wisatawan, melainkan kehidupan itu sendiri, yang menyatu dalam gerakan, rasa, dan makna.
Sasadu: Rumah Kebersamaan, Simbol Kehidupan
Ritual ini berlangsung di Sasadu, rumah adat khas Suku Sahu yang berdiri kokoh namun bersahaja. Tanpa dinding, dengan atap daun rumbia yang menaungi semua kalangan, Sasadu adalah simbol keterbukaan, kesetaraan, dan persaudaraan. Di sinilah, masyarakat berkumpul tanpa sekat, menyatu dalam rasa syukur atas panen, keberkahan, dan harmoni.
Orom Sasadu: Syukur dalam Rasa dan Doa
“Orom” dalam bahasa lokal berarti makan bersama. Namun Orom Sasadu lebih dari sekadar santap kolektif—ia adalah wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta dan penghormatan terhadap alam yang memberi. Lelaki dan perempuan, tua dan muda, semua memiliki peran. Ada yang menyiapkan bahan makanan, ada yang menjaga api, dan ada pula yang mendoakan dengan lagu-lagu adat penuh makna.







Comment