Gelombang Kebangkrutan Menerpa Dunia Usaha di 2024: Sejumlah Perusahaan Ikonik Tumbang
KATA MERDEKA – Deretan Perusahaan global yang terpukul di tahun 2024 menjadi masa yang penuh gejolak, terutama di tengah tekanan ekonomi makro yang kian tak menentu.
Penurunan daya beli masyarakat, dipicu oleh inflasi dan ketidakpastian pasar, membuat banyak bisnis, khususnya di sektor ritel dan jasa, kesulitan menjaga stabilitas keuangan.
Berdasarkan laporan CNN International yang merujuk data dari perusahaan konsultan tenaga kerja Challenger, Gray & Christmas, tercatat sedikitnya 19 perusahaan besar menyatakan bangkrut sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.000 pekerja harus kehilangan pekerjaan.
Khusus di sektor ritel, tekanan semakin terasa. Setelah sempat mengalami lonjakan penjualan pada 2021-2022, gelombang penutupan toko kembali mencuat. Data dari CoreSight Research mencatat, lebih dari 7.100 toko tutup hingga akhir November 2024—melonjak 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, penting dicatat bahwa kebangkrutan tidak selalu berarti tutup total. Banyak perusahaan menggunakan proses hukum ini sebagai strategi untuk mengatur ulang struktur keuangan, mengurangi beban operasional, dan menata ulang model bisnis mereka.
Berikut adalah deretan Perusahaan global yang terpukul kebangkrutan sepanjang 2024:
1. Big Lots
Perusahaan ritel diskon ini resmi mengajukan kebangkrutan pada September setelah gagal memperoleh investor. Big Lots juga menutup seluruh 963 tokonya karena tidak mampu mengatasi tekanan finansial.
2. Bowflex
Produsen alat kebugaran rumah tangga ini tumbang pada Maret. Selanjutnya, asetnya diakuisisi oleh perusahaan asal Taiwan senilai US$37,5 juta dalam bentuk tunai.
3. Express
Setelah lama berkutat dengan strategi produk yang gagal menarik konsumen, Express mengajukan perlindungan kebangkrutan pada April. Hampir 100 tokonya ditutup, dan kepemilikan perusahaan beralih ke konsorsium yang dipimpin oleh WHP Global.
4. Joann
Ritel yang terkenal menjual perlengkapan kerajinan ini mengalami penurunan drastis dalam penjualan. Meski menyatakan bangkrut pada Maret, perusahaan tetap menjaga operasional sekitar 850 tokonya setelah utangnya direstrukturisasi.
5. LL Flooring
Dulunya dikenal sebagai Lumber Liquidators, perusahaan ini terguncang akibat merosotnya minat konsumen pada renovasi rumah. Setelah menutup 94 toko, perusahaan akhirnya diselamatkan oleh pihak investor.
6. Party City
Beroperasi sejak lebih dari 40 tahun lalu, Party City menghadapi tekanan besar akibat inflasi dan tumpukan utang hingga US$800 juta. Perusahaan mengajukan kebangkrutan pada Desember, dan akan menutup sekitar 700 lokasi di awal 2025.
7. Red Lobster
Jaringan restoran seafood populer ini resmi menyatakan bangkrut pada Mei. Kurangnya investasi dan ketatnya persaingan membuat lebih dari 100 cabang ditutup. Red Lobster keluar dari kebangkrutan pada September dengan kepemilikan dan manajemen baru.
8. Spirit Airlines
Maskapai bertarif rendah ini mengalami kerugian bertubi-tubi. Setelah gagal merger dan tak mampu bersaing di pasar yang ketat, Spirit mengajukan kebangkrutan pada November, dengan harapan bisa bangkit kembali lewat restrukturisasi utang.
9. Stoli Group USA
Perusahaan di balik merek vodka ternama ini mengalami berbagai tantangan, mulai dari penurunan permintaan, serangan siber, hingga persoalan hukum internasional. Akhirnya, mereka menyatakan bangkrut pada Desember.
10. TGI Fridays
Restoran kasual yang sempat berjaya ini menghadapi kesulitan finansial pasca-pandemi dan penurunan jumlah pelanggan. Mereka mengajukan kebangkrutan pada November untuk mengevaluasi ulang strategi bisnisnya.
11. True Value
Setelah 75 tahun berdiri, merek toko peralatan rumah tangga ini akhirnya menyerah pada tekanan pasar. Meskipun tidak semua tokonya ditutup, sebagian besar aset True Value telah dijual ke perusahaan pesaing.
12. Tupperware
Nama legendaris dalam dunia peralatan dapur ini akhirnya mengajukan kebangkrutan pada September. Namun, berkat kesepakatan penyelamatan senilai total lebih dari US$86 juta dari kelompok investor, Tupperware berhasil selamat dan memiliki peluang untuk bangkit kembali.






Comment