Defisit Perdagangan US$ 450 Juta Tekan Rupiah di Juni 2026
Faktor Utama Pemicu Defisit Perdagangan
Penyebab utama dari kembalinya defisit neraca perdagangan pada Juni 2026 adalah tingginya impor sektor migas yang meningkat tajam hingga 105,15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi seiring dengan masih tingginya kebutuhan energi domestik untuk mendukung aktivitas industri dan konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Selain itu, harga minyak dunia yang sempat berada di kisaran 90 dolar AS per barel turut menambah nilai impor yang harus dimiliki oleh Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa defisit pada komoditas migas mencapai US$ 3,49 miliar. Komoditi utama yang menjadi penyumbang terbesar dalam defisit migas tersebut adalah hasil minyak dan minyak mentah. Ketergantungan yang tinggi terhadap impor migas ini menjadi beban berat bagi neraca perdagangan, mengingat volume kebutuhan energi dalam negeri yang terus tumbuh tidak sebanding dengan kapasitas produksi domestik.






Comment