katamerdeka.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, untuk menuntut kenaikan upah sebesar 8-10 persen. Massa mulai menyalakan flare warna-warni, termasuk kuning, hijau, dan biru, pada pukul 13.10 WIB sembari menyuarakan tuntutan agar Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, memperhatikan nasib buruh.

Di tengah aksi, massa buruh mencoba mendorong gerbang besi yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Dari atas mobil komando, orator aksi memperingatkan bahwa demonstrasi akan terus berlanjut jika tuntutan buruh tidak dipenuhi. “Jika pemerintah daerah maupun pusat tidak mendengar tuntutan kami, serikat buruh telah merancang mogok nasional,” ujar Ketua Perda KSPI Jakarta, Winarso.

Aksi ini membawa dua tuntutan utama: kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja. Winarso mengungkapkan bahwa mogok nasional yang direncanakan akan melibatkan lima juta buruh dari 15.000 pabrik di 38 provinsi di Indonesia.

Aksi demonstrasi ini menyebabkan kemacetan parah di sekitar Balai Kota. Dari empat lajur di Jalan Merdeka Selatan, hanya satu lajur yang bisa dilalui, sementara arus lalu lintas menuju Gambir juga tersendat oleh kendaraan buruh yang parkir di bahu jalan. Aparat kepolisian tampak berjaga dan mengatur lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.