Jakarta – Seiring maraknya penggunaan media sosial sebagai ajang kreativitas hingga mata pencaharian, berbagai konten bermunculan dengan beragam tujuan.

Namun, tidak semua konten berbuah hal positif. Baru-baru ini, seorang TikToker menuai kontroversi setelah dikabarkan memberi sedekah Rp5 juta dalam konten, tetapi dugaan kuat mengatakan jumlah tersebut jauh dari kenyataan.

Viral Challenge TikTok

Dalam video yang tersebar, seorang kreator TikTok memperlihatkan aksi sedekah kepada seorang kakek.

Kakek tersebut diberi sebuah kotak yang konon berisi uang Rp5 juta setelah ia memberikan Rp20 ribu kepada kreator yang mengaku belum makan.

Sang kakek tampak bersyukur dengan pemberian tersebut, dan menyatakan ingin menggunakan uang itu untuk membeli kendaraan guna bekerja sebagai ojek.

Namun, kehebohan muncul ketika netizen menemukan bahwa uang yang diterima sang kakek ternyata tidak sebesar yang ditampilkan.

Diketahui dari akun TikTok lain, disebutkan bahwa sang kakek hanya menerima Rp200 ribu, sementara sisanya ditarik kembali setelah konten selesai.

Kontroversi di Kalangan Netizen

Netizen bereaksi keras terhadap video tersebut, dan dugaan penipuan pun mencuat.

Akun TikTok bernama InemJogja bahkan turut menyoroti dugaan adanya manipulasi dalam konten berbagi ini, merujuk pada kejadian serupa di mana kakek lain hanya menerima sebagian kecil dari jumlah yang dipamerkan di video.

Klarifikasi datang dari kreator yang mengunggah video tersebut, Monfer Salim.

Dalam pernyataannya, ia membantah bahwa dirinya memaksa sang kakek untuk membuat konten, bahkan mengatakan bahwa video yang viral bukan buatannya melainkan hasil repost dari akun lain.

Meski demikian, klarifikasi ini justru memperkeruh suasana di kalangan netizen, yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pembodohan publik.

Respon Kreator

Setelah ramai diberitakan, akun yang diduga sebagai pembuat video asli, Regus Tubella, memutuskan untuk mengubah akun Instagram-nya menjadi privat, menyisakan tanda tanya besar di kalangan warganet.

Klarifikasi dari berbagai pihak yang terlibat juga terus menuai pro dan kontra, di mana sebagian pengguna media sosial meminta lebih banyak tanggung jawab atas konten yang disajikan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan konten, terutama yang melibatkan orang lain dan bantuan sosial.

Warganet berharap kasus serupa tidak terulang di masa depan, dan semoga semakin banyak konten yang memberi dampak positif dan nyata bagi masyarakat.