BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6 Persen, Stabilkan Ekonomi dan Nilai Tukar Rupiah
“BI masih membuka ruang penurunan suku bunga acuan dengan tetap memperhatikan nilai tukar rupiah dan prospek inflasi,” kata Perry.
Dukungan Kebijakan untuk Pertumbuhan Ekonomi
Selain kebijakan moneter, BI terus memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong kredit di sektor prioritas, termasuk UMKM dan ekonomi hijau. Sistem pembayaran juga diarahkan untuk mendukung sektor perdagangan dan memperluas digitalisasi.
“Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan, termasuk kepada sektor prioritas dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Perry.
Proyeksi Ekonom dan Tren Suku Bunga BI
Keputusan BI ini sejalan dengan prediksi sejumlah ekonom yang memperkirakan BI mempertahankan BI Rate di 6 persen. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menyebut langkah ini tepat mengingat depresiasi rupiah yang mencapai Rp15.770 per dolar AS pada pertengahan November 2024.
Senada, Ekonom Bank Mandiri Reny Eka menilai BI akan mempertahankan BI Rate untuk menjaga stabilitas di tengah volatilitas pasar uang dan risiko eksternal. “Volatilitas di pasar uang masih tinggi, sementara inflasi domestik tetap terkendali,” ungkap Reny.
Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global
Keputusan mempertahankan BI Rate ini menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global, termasuk kebijakan moneter The Fed yang berhati-hati dan risiko inflasi di Amerika Serikat.









Comment