katamerdeka.com – Dalam gaya hidup Islami, menggunakan harta secara bijak dan menghindari pemborosan atau israf menjadi salah satu prinsip yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini juga dapat diterapkan ketika memilih kendaraan dengan mempertimbangkan efisiensi energi, biaya operasional, dan dampaknya terhadap lingkungan.

Karena itu, kendaraan hemat energi dapat menjadi pilihan yang selaras dengan upaya mengurangi pemborosan sekaligus mendukung keberlanjutan. Bagi konsumen yang mempertimbangkan mobil hybrid di Indonesia, ALL-NEW SANTA FE menjadi salah satu contoh karena tersedia dalam pilihan mesin bensin dan hybrid.

Berikut lima alasan yang dapat dipertimbangkan dari sisi finansial dan penggunaan jangka panjang.

1. Efisiensi BBM Dapat Mengurangi Biaya Operasional

BBM menjadi salah satu pengeluaran rutin terbesar bagi pemilik mobil, terutama bagi kendaraan yang digunakan setiap hari. Semakin tinggi jarak tempuh bulanan, semakin besar pula pengaruh konsumsi bahan bakar terhadap biaya operasional.

Teknologi hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik untuk mengoptimalkan penggunaan energi pada kondisi berkendara tertentu. Motor listrik dapat membantu menggerakkan kendaraan pada situasi tertentu, sementara sistem regeneratif memanfaatkan energi dari proses pengereman untuk mengisi kembali baterai.

ALL-NEW SANTA FE 1.6T-GDi Hybrid Electric Vehicle (HEV) menghasilkan tenaga gabungan 235 PS dan torsi 367 Nm. Namun, besarnya penghematan tetap bergantung pada pola berkendara, jarak tempuh, kondisi jalan, serta harga BBM. Karena itu, perbandingan biaya sebaiknya dilakukan berdasarkan konsumsi aktual dan estimasi penggunaan masing-masing pemilik.

2. Efisiensi Energi Berhubungan dengan Emisi Kendaraan

Pertimbangan finansial bukan satu-satunya alasan untuk memilih kendaraan hemat energi. Penggunaan bahan bakar yang lebih efisien pada kondisi tertentu juga berkaitan dengan jumlah BBM yang dibakar dan emisi yang dihasilkan kendaraan.

Sistem hybrid dapat mengurangi ketergantungan pada mesin pembakaran dalam kondisi tertentu dengan memanfaatkan motor listrik. Sistem pengereman regeneratif juga memungkinkan sebagian energi yang biasanya terbuang saat pengereman dimanfaatkan kembali untuk mengisi baterai.

Dampaknya terhadap emisi tetap bergantung pada pola penggunaan kendaraan. Namun, efisiensi energi menjadi salah satu karakter yang membedakan teknologi hybrid dari kendaraan yang hanya mengandalkan mesin pembakaran internal.

3. Nilai Jual Kembali Perlu Dimasukkan dalam Perhitungan

Harga pembelian bukan satu-satunya angka yang perlu diperhatikan ketika menghitung biaya kepemilikan mobil. Nilai kendaraan ketika dijual kembali juga memengaruhi total biaya yang dikeluarkan selama masa penggunaan.

Depresiasi dapat berbeda berdasarkan model, usia kendaraan, kondisi unit, jarak tempuh, hingga kondisi pasar kendaraan bekas. Karena itu, asumsi bahwa seluruh mobil ramah lingkungan otomatis memiliki nilai jual kembali lebih tinggi perlu dihindari.

Hyundai menawarkan program Garansi Resale Value untuk ALL-NEW SANTA FE sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Program seperti ini dapat menjadi salah satu faktor tambahan dalam menghitung biaya kepemilikan karena memberikan acuan mengenai nilai kendaraan pada periode tertentu.

4. Teknologi Hybrid Tetap Menawarkan Performa dan Fitur yang Lengkap

Efisiensi energi tidak selalu berarti konsumen harus mengorbankan performa atau kenyamanan. Pada sistem hybrid, motor listrik dapat memberikan tambahan tenaga pada kondisi tertentu sekaligus bekerja bersama mesin pembakaran internal.

ALL-NEW SANTA FE Hybrid memiliki tenaga gabungan 235 PS dan torsi 367 Nm. Dari sisi kabin, SUV ini menawarkan konfigurasi enam atau tujuh penumpang, sementara sejumlah varian dilengkapi fitur seperti BOSE Premium Sound System, kursi dengan fungsi pemanas dan pendingin, serta dual-zone AC.

Artinya, konsumen dapat menilai teknologi hybrid bukan hanya dari konsumsi BBM, tetapi juga dari kombinasi performa, kapasitas, dan fitur yang diperoleh dengan harga pembelian kendaraan.

5. Biaya Kepemilikan Perlu Dihitung Secara Menyeluruh

Penghematan BBM saja belum cukup untuk menentukan apakah sebuah mobil lebih ekonomis dalam jangka panjang. Perbandingan yang lebih objektif perlu memasukkan seluruh komponen biaya selama kendaraan digunakan.

Perhitungan Total Cost of Ownership (TCO) dapat mencakup harga pembelian atau cicilan, BBM, pajak, asuransi, perawatan berkala, serta estimasi nilai jual kembali. Dengan metode ini, konsumen dapat membandingkan kendaraan berdasarkan biaya aktual selama periode kepemilikan, bukan hanya harga di awal.

ALL-NEW SANTA FE tersedia dalam pilihan mesin bensin dan hybrid. Harga keseluruhan berada di kisaran Rp735 jutaan hingga Rp932 jutaan OTR Jakarta, dengan perbedaan harga berdasarkan varian dan powertrain. Selisih tersebut dapat dibandingkan dengan potensi efisiensi BBM dan komponen biaya lainnya untuk mengetahui skenario yang sesuai dengan pola penggunaan.

Kenali ALL-NEW SANTA FE Lebih Dekat

ALL-NEW SANTA FE hadir dalam lima varian dengan pilihan mesin bensin dan hybrid. Perbedaan setiap varian mencakup powertrain, fitur, serta perlengkapan yang tersedia. Informasi mengenai spesifikasi, teknologi hybrid, fitur, dan harga dapat Anda lihat melalui situs resmi Hyundai Indonesia di hyundai.com/id/id/.

Pada akhirnya, mobil hemat energi tidak dapat dinilai hanya dari seberapa irit konsumsi BBM-nya. Harga pembelian, biaya operasional, perawatan, depresiasi, fitur, dan pola penggunaan perlu dilihat sebagai satu kesatuan.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan teknologi elektrifikasi, hybrid menjadi salah satu opsi yang dapat dibandingkan dengan kendaraan konvensional menggunakan perhitungan TCO. Dengan pendekatan tersebut, keputusan pembelian dapat didasarkan pada kebutuhan dan angka biaya yang lebih konkret, bukan sekadar tren atau persepsi mengenai kendaraan hemat energi.