Flobamorata Creative Expo 2026 Catat 65.200 Kunjungan, Transaksi UMKM Tembus Rp609,8 Juta
katamerdeka.com – Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 yang digelar selama tiga hari di Lippo Plaza Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat sebanyak 65.200 kunjungan masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Adidoyo Prakoso mengatakan, jumlah tersebut terdiri atas 59.900 kunjungan di area dalam Lippo Plaza berdasarkan data manajemen Lippo Mall dan 5.300 kunjungan di area luar berdasarkan data event organizer.
“Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menikmati produk UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai rangkaian edukasi dan hiburan yang diselenggarakan selama FCE 2026,” kata Adidoyo dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Dari sisi ekonomi, FCE 2026 mencatat total penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp609.892.308.
Selain transaksi UMKM, kegiatan business matching ekspor dalam rangkaian FCE 2026 juga menghasilkan Letter of Intent (LoI) dengan nilai sekitar Rp27 miliar per tahun.
Salah satu tindak lanjut dari kegiatan tersebut adalah kesepakatan ekspor kakao antara koperasi petani kakao di Kabupaten Sikka dengan pembeli asal Australia.
“Pengiriman awal sebanyak 20 ton kakao dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar,” ujar Adidoyo.
FCE 2026 juga menjadi wadah untuk menggalang kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Flores.
Pada pembukaan FCE 2026, Gubernur BI Destry Damayanti secara simbolis menyerahkan dukungan kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Dukungan tersebut mencakup kebutuhan pangan, obat-obatan, tempat tinggal sementara, serta keberlanjutan kegiatan belajar anak-anak.
Adidoyo mengatakan, dukungan pemulihan juga akan dilanjutkan melalui penyediaan fasilitas sanitasi, akses air bersih, dan sarana pembelajaran.
Selama pelaksanaan FCE 2026, masyarakat turut berpartisipasi memberikan donasi melalui sejumlah kegiatan. Kontribusi berasal dari sebagian hasil penjualan UMKM selama tiga hari, donasi melalui kanal QRIS ChariTree, serta lelang kain tenun.
“Total donasi tambahan yang berhasil dihimpun sebesar Rp29.099.266 untuk mendukung pemulihan masyarakat Flores,” kata Adidoyo.
Adidoyo mengatakan pelaksanaan FCE 2026 menegaskan komitmen Kantor Perwakilan BI NTT untuk terus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, pelestarian budaya, hilirisasi komoditas, digitalisasi, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Pada sektor wastra, kopi, dan kuliner, berbagai kegiatan dalam FCE diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah sekaligus mempersiapkan pelaku usaha agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Sinergi tersebut diharapkan terus menghasilkan program yang berdampak, inklusif, terintegrasi, dan sinergis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang berkelanjutan,” ujar Adidoyo.
Ia turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, kementerian dan lembaga, Dekranasda, OJK, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, narasumber, juri, pelaku UMKM, event organizer, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan FCE 2026.





Comment