katamerdeka.com, Jakarta – Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menggelar Deklarasi Ikatan Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Polbangtan dan PEPI dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian persiapan Wisuda Nasional Politeknik lingkup Kementerian Pertanian Tahun Akademik 2025/2026.

Wisuda Nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sebelum pelaksanaan wisuda, Pusdiktan melaksanakan serangkaian kegiatan pendukung sekaligus pemantapan persiapan, salah satunya melalui deklarasi ikatan alumni Polbangtan dan PEPI.
Deklarasi ini menjadi momentum penting dalam membangun wadah komunikasi dan jejaring antarlulusan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian. Ikatan alumni diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, sekaligus memperkuat hubungan antara lulusan dengan almamater.

Selain deklarasi ikatan alumni, rangkaian kegiatan juga mencakup penutupan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Pusdiktan dalam memastikan seluruh rangkaian akademik dan administrasi pendidikan vokasi pertanian berjalan dengan baik menjelang pelaksanaan Wisuda Nasional.

Kehadiran perwakilan Polbangtan dan PEPI dari seluruh Indonesia menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi pendidikan vokasi pertanian. Para alumni diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari jaringan almamater, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian melalui kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

Deklarasi Ikatan Alumni Polbangtan dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) di Jakarta. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Deklarasi Ikatan Alumni Polbangtan dan PEPI juga menjadi langkah strategis dalam membangun jejaring sumber daya manusia pertanian yang lebih solid. Jejaring tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dalam bidang profesional, kewirausahaan, inovasi, pengembangan teknologi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pusdiktan terus mendorong penguatan pendidikan vokasi pertanian yang tidak berhenti pada proses pembelajaran di kampus, tetapi berlanjut melalui jejaring alumni yang aktif dan berkontribusi terhadap pembangunan pertanian nasional.
Momentum deklarasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut Wisuda Nasional Politeknik lingkup Kementerian Pertanian Tahun Akademik 2025/2026, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA), Nur Rasuli, menegaskan komitmen alumni untuk terus berjalan beriringan dengan Polbangtan dalam mendukung transformasi sektor pertanian dan peternakan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Kolaborasi Strategis yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, deklarasi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk nyata kontribusi alumni dalam memperkuat almamater, mendampingi mahasiswa dan lulusan, membuka akses jejaring industri, serta memperluas peluang kewirausahaan bagi generasi muda pertanian.

Plt Direktur Polbantan Gowa Sartika Juwita mengatakan Kegiatan Deklarasi Ikatan Alumni Polbangtan PEPI menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, menyatukan visi, serta membangun kolaborasi antaralumni. Melalui wadah ini, diharapkan seluruh alumni dapat terus berkontribusi, saling mendukung, dan memberikan dampak positif bagi almamater, masyarakat, serta kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Semoga Ikatan Alumni Polbangtan PEPI semakin solid, aktif, dan mampu menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata serta melahirkan berbagai gagasan dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan Lulusan pendidikan vokasi pertanian harus menjadi SDM yang terampil, inovatif, dan siap bekerja serta berwirausaha. Kita membutuhkan generasi muda yang mampu menguasai teknologi dan menjadi motor penggerak pertanian modern untuk mewujudkan swasembada pangan.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BBPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan Pendidikan vokasi pertanian harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kompetensi dan keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Lulusan harus siap berkontribusi dan beradaptasi dengan perkembangan pertanian.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Muhammad Amin Awaludin Lulusan Polbangtan dipersiapkan melalui pembelajaran berbasis praktik agar memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan. Kami berharap lulusan mampu menjadi tenaga profesional, agripreneur, sekaligus penggerak pembangunan pertanian di daerahnya.”