katamerdeka.com, Gowa- Sebanyak 268 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa resmi dinyatakan lulus melalui Yudisium Sarjana Terapan Angkatan VIII dan Ahli Madya Angkatan VI Tahun Akademik 2025/2026. Momentum tersebut berlangsung di Aula Syekh Yusuf Kampus I Polbangtan Gowa, Kamis (6/8/2026).

Yudisium menjadi momentum penting bagi para mahasiswa setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan vokasi pertanian. Selain menjadi penanda berakhirnya masa studi, kegiatan ini sekaligus menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus ke tengah masyarakat dan dunia kerja.

Kegiatan dihadiri Ketua Senat Polbangtan Gowa, Plt. Direktur, Wakil Direktur II dan III, para Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Kepala Bagian, dosen, civitas akademika, serta Dharma Wanita Persatuan Polbangtan Gowa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat Polbangtan Gowa, Ismaya Parawansa. Selanjutnya dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) Penetapan Lulusan oleh Kepala Seksi Akademik, Fifi Afiyah Waris, yang menetapkan mahasiswa Diploma IV Angkatan VIII dan Diploma III Angkatan VI sebagai lulusan yang berhak mengikuti wisuda.

Nama-nama lulusan kemudian dibacakan oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dari total 268 mahasiswa, sebanyak 180 mahasiswa merupakan lulusan Sarjana Terapan, terdiri atas 120 lulusan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan dan 60 lulusan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan.

Sementara itu, 88 mahasiswa merupakan lulusan Ahli Madya, yang terdiri atas 61 lulusan Program Studi Budidaya Tanaman Hortikultura dan 27 lulusan Program Studi Budidaya Ternak.

Setelah pembacaan daftar lulusan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan berita acara yudisium oleh Ketua Senat Polbangtan Gowa, Ismaya Parawansa. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dan sumpah lulusan yang diwakili salah seorang calon alumni.

Plt. Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan melalui proses panjang dan penuh perjuangan.

Yudisium Sarjana Terapan Angkatan VIII dan Ahli Madya Angkatan VI Tahun Akademik 2025/2026. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Menurutnya, keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari kerja keras mahasiswa, dukungan orang tua, serta bimbingan para dosen dan seluruh civitas akademika.

“Keberhasilan hari ini merupakan hasil kerja keras selama proses pendidikan. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. Jadilah duta Polbangtan Gowa di mana pun kalian berada,” ujar Sartika.

Ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata para lulusan di tengah masyarakat.

“Yudisium hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata para lulusan di tengah masyarakat. Kami berharap ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Polbangtan Gowa dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan pertanian,” tuturnya.

Sartika juga berpesan agar lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi job creator, agripreneur, penyuluh pertanian, profesional, serta penggerak pembangunan pertanian di berbagai wilayah.

Sejalan dengan arah pembangunan Kementerian Pertanian, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan manajerial, karakter profesional, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan sektor pertanian.

“Semoga ilmu yang bermanfaat membuka jalan menuju kesuksesan. Teruslah belajar, teruslah berkarya. Selamat atas pencapaian yang diraih anak-anakku. Kalian luar biasa,” pesan Sartika.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian nasional.

“Lulusan Polbangtan harus menjadi generasi muda pertanian yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, inovasi, jiwa kewirausahaan, dan keberanian untuk terjun langsung membangun sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia pertanian yang mampu bekerja sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi serta produktivitas pertanian.

Mentan menilai momentum yudisium tidak boleh berhenti sebagai seremoni akademik. Para lulusan harus mampu membawa ilmu dan kompetensinya untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai bagian dari percepatan regenerasi petani dan penciptaan SDM pertanian yang unggul. Saya berharap para lulusan Polbangtan Gowa dapat menjadi penyuluh, wirausahawan, pelaku usaha, maupun profesional pertanian yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berdaya saing,” tegasnya.

Mentan juga mengingatkan lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Perkembangan teknologi, digitalisasi, mekanisasi, dan tuntutan pasar membutuhkan SDM pertanian yang adaptif dan memiliki kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas.

“Jangan pernah berhenti belajar dan berinovasi. Jadilah generasi yang mampu melihat pertanian sebagai peluang dan masa depan. Bangun pertanian Indonesia dengan ilmu, kerja keras, inovasi, dan integritas,” pungkasnya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Yudisium Sarjana Terapan Angkatan VIII dan Ahli Madya Angkatan VI Polbangtan Gowa.

“Yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan momentum penting bagi para mahasiswa untuk memasuki tahapan baru sebagai sumber daya manusia pertanian yang profesional, kompeten, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian nasional,” ujar Idha.

Ia menekankan bahwa lulusan Polbangtan memiliki tanggung jawab untuk menerapkan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan vokasi, baik di tengah masyarakat maupun dunia kerja.

“Lulusan Polbangtan harus mampu menjadi generasi muda pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian yang semakin dinamis. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta lapangan kerja dan agen perubahan di sektor pertanian,” tegasnya.

Menurut Idha, tantangan pembangunan pertanian ke depan membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan di lapangan.

“Manfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama berada di Polbangtan untuk membangun pertanian Indonesia. Jadilah lulusan yang mampu menghadirkan solusi, mendampingi petani, mengembangkan usaha pertanian, serta mempercepat adopsi teknologi dan inovasi di masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap para lulusan Polbangtan Gowa mampu menjaga nama baik almamater, terus meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil peran aktif dalam mendukung program prioritas Kementerian Pertanian, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Selamat kepada seluruh lulusan Polbangtan Gowa. Jadikan kelulusan ini sebagai awal dari pengabdian yang lebih luas. Terus belajar, terus berinovasi, dan berikan kontribusi terbaik untuk kemajuan pertanian Indonesia,” pungkas Idha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menyampaikan bahwa yudisium merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk meneguhkan capaian akademik sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian.

“Kegiatan yudisium ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa Polbangtan Gowa untuk meneguhkan capaian akademik sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan Sarjana Terapan Angkatan VIII dan Ahli Madya Angkatan VI tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis, karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan semangat kewirausahaan.

“Hal tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dan dinamika sektor pertanian yang terus berkembang,” katanya.

Amin berharap para lulusan mampu menjadi SDM pertanian yang profesional, inovatif, produktif, dan menjadi penggerak pembangunan pertanian di tengah masyarakat.

“Jadikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai bekal untuk memberikan solusi dan menciptakan inovasi bagi kemajuan pertanian Indonesia,” pesannya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengingatkan agar mereka terus meningkatkan kompetensi serta menjaga nama baik almamater.

Yudisium 268 mahasiswa Polbangtan Gowa menjadi refleksi atas proses panjang yang telah dilalui selama menempuh pendidikan. Berbagai pengalaman akademik dan nonakademik, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga interaksi langsung dengan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi para lulusan.

Kini, setelah menyelesaikan masa studi, para lulusan dihadapkan pada tantangan yang lebih luas. Dunia pertanian membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi, menciptakan inovasi, membangun jejaring, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pertanian.

Polbangtan Gowa berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan pembangunan pertanian. Lulusan yang dihasilkan diharapkan menjadi bagian dari generasi muda pertanian yang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

Yudisium Sarjana Terapan Angkatan VIII dan Ahli Madya Angkatan VI Tahun Akademik 2025/2026 pun menjadi titik penting menutup satu babak perjalanan akademik sekaligus membuka lembaran baru pengabdian para lulusan bagi pertanian Indonesia.

Dari kampus vokasi pertanian, 268 lulusan Polbangtan Gowa siap melangkah untuk mengabdi, berinovasi, menciptakan peluang, dan ikut membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.