katamerdeka.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menegaskan pentingnya sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai fondasi utama dalam membangun hubungan industrial yang harmonis sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Afriansyah dalam sebuah kegiatan yang dihadiri para pekerja dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pembangunan sektor ketenagakerjaan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara seimbang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, pekerja memiliki peran vital dalam menggerakkan roda ekonomi nasional sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perlindungan, kepastian kerja, serta kesejahteraan yang layak. Di sisi lain, dunia usaha juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

“Ketika pekerja terlindungi dan dunia usaha tumbuh dengan baik, maka stabilitas hubungan industrial akan terjaga. Inilah yang menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat,” ujar Afriansyah.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia terus berupaya menghadirkan berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ketenagakerjaan. Upaya tersebut dilakukan melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan regulasi yang mendukung hubungan industrial yang adil dan kondusif.

Selain itu, Afriansyah menilai tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan teknologi, persaingan global, hingga dinamika ekonomi yang terus berkembang. Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi sangat penting agar setiap tantangan dapat dihadapi secara bersama.

“Indonesia yang maju membutuhkan buruh yang sejahtera dan dunia usaha yang kuat. Ketika keduanya berjalan bersama, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin kokoh,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Afriansyah mengajak seluruh elemen ketenagakerjaan untuk memperkuat semangat gotong royong dan dialog sosial. Ia berharap hubungan industrial di Indonesia dapat terus terjaga secara harmonis sehingga mampu mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.