katamerdeka.com — Isu perombakan kabinet yang belakangan ramai dibicarakan akhirnya dibantah langsung oleh para menteri usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna ke-8 yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (6/8).

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki rencana untuk melakukan reshuffle dalam waktu dekat. “Presiden menyampaikan bahwa dirinya puas dengan kinerja para menteri, jadi tidak ada wacana reshuffle,” ujarnya kepada awak media.

Pernyataan senada disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Keduanya mengonfirmasi bahwa dalam sidang kabinet, Presiden menyampaikan langsung bahwa tidak akan ada pergantian posisi menteri. Meski begitu, keduanya memilih tidak merinci lebih lanjut mengenai pertimbangan di balik keputusan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memanfaatkan forum sidang untuk memberikan apresiasi atas soliditas dan kerja tim yang terbangun di Kabinet Merah Putih selama hampir satu tahun pemerintahan.

“Pak Presiden menekankan agar seluruh menteri tetap fokus menjalankan tugas dan menjaga kekompakan. Beliau menilai koordinasi antarkementerian berjalan semakin baik,” ujar AHY.

Ia juga menyebutkan bahwa Presiden menyoroti ketahanan ekonomi nasional yang dinilai tetap stabil di tengah berbagai tantangan global. “Beliau mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat. Bahkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua mencapai 5,12 persen, lebih baik dibanding kuartal sebelumnya,” jelasnya.

Dengan pernyataan ini, spekulasi terkait reshuffle yang sempat menguat beberapa pekan terakhir tampaknya tidak akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat. Presiden Prabowo, menurut para menterinya, memilih mempertahankan susunan kabinet karena puas terhadap capaian dan dinamika kerja yang sudah terbentuk sejauh ini.