katamerdeka.com – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 yang jatuh pada 12 Juli 2025 membawa semangat baru bagi gerakan koperasi di Indonesia. Dengan mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur,” momentum tahunan ini diharapkan mampu mempertegas kembali peran strategis koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berlandaskan gotong royong.

Dilansir dari laman resmi Dewan Koperasi Indonesia, tema tahun ini menjadi refleksi atas komitmen kolektif dalam membangun tatanan ekonomi yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga berpihak pada nilai-nilai kekeluargaan dan solidaritas sosial nilai inti yang sejak awal menjadi fondasi gerakan koperasi di tanah air.

Jejak Panjang Gerakan Koperasi di Indonesia

Sejarah koperasi di Indonesia bermula pada 16 Desember 1886, ketika R. Aria Wiraatmadja Patih Purwokerto mendirikan lembaga simpan pinjam yang dikenal sebagai Hulp en Spaarbank. Lembaga ini diilhami oleh prinsip koperasi kredit yang bertujuan membantu para pegawai negeri dalam mengelola keuangan mereka secara adil dan berkelanjutan.

Perkembangan ide koperasi sebagai gerakan rakyat mulai menampakkan pengaruhnya pada tahun 1908 melalui kiprah organisasi Boedi Oetomo, yang mendorong semangat kemandirian ekonomi. Di masa-masa awal, bentuk koperasi sederhana seperti koperasi rumah tangga mulai bermunculan, menjadi cikal bakal praktik koperasi di tengah masyarakat.

Tahun 1913 menjadi momen penting lainnya, ketika Syarikat Dagang Islam mulai memperkenalkan sistem koperasi di kalangan pedagang pribumi. Dua dekade kemudian, pada 1927, kelompok intelektual seperti Studie Club menjadikan koperasi sebagai sarana pendidikan ekonomi rakyat, memperluas jangkauan koperasi sebagai instrumen pembelajaran dan perjuangan ekonomi.