Mengenal Paus Leo XIV: Paus Pertama dari AS dan Penerus Semangat Paus Fransiskus
katamerdeka.com — Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai Paus Leo XIV dalam Konklaf pemilihan Paus yang digelar Kamis (8/5) malam waktu setempat. Ia langsung memimpin misa pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, menandai dimulainya era baru kepausan.
Sosok Paus Leo XIV pun kini menjadi sorotan, terutama karena sejumlah fakta menarik yang mengiringi pengangkatannya.
1. Paus Pertama dari Amerika Serikat
Leo XIV menjadi Paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik yang berasal dari Amerika Serikat. Ia lahir di Chicago pada September 1955 dan kini berusia 69 tahun. Prevost memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Amerika Serikat dan Peru. Sebelumnya, ia memimpin keuskupan besar dan pernah duduk di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.
2. Paus ke-267
Dalam garis sejarah panjang Gereja Katolik, Leo XIV merupakan Paus ke-267. Ia termasuk salah satu dari para kardinal yang diangkat oleh mendiang Paus Fransiskus.
3. Makna Nama “Leo”
Pemilihan nama “Leo” mengacu pada semangat reformis Paus Leo XIII, yang dikenal mendorong keadilan sosial, keamanan kerja, dan upah layak. Paus Leo XIV ingin melanjutkan misi progresif Paus Fransiskus. Pengamat Vatikan menilai langkah ini sebagai sinyal keberlanjutan agenda liberalisasi di dalam Gereja.
4. Pernah Kunjungi Papua
Sebelum menjadi Paus, Prevost pernah mengunjungi Papua pada 2003 sebagai Pemimpin Umum Ordo Santo Agustinus (OSA). Ia menghadiri perayaan ulang tahun pelayanan OSA dan menyambangi wilayah Sorong, Jayapura, hingga Manokwari.
5. Latar Akademik dan Kemampuan Bahasa
Prevost adalah sarjana Matematika lulusan Villanova University—satu-satunya universitas Katolik Agustinian di AS. Ia juga menguasai lima bahasa: Inggris, Spanyol, Prancis, Portugis, dan Latin. Dalam penampilan publik perdananya, ia menyapa umat dalam bahasa Italia dan Spanyol.
6. Pernah Kritik Trump dan JD Vance
Sebelum menjadi Paus, Prevost dikenal vokal menyuarakan keprihatinan atas kebijakan imigrasi dan sikap politik Presiden AS saat itu, Donald Trump, dan Wakil Presiden JD Vance. Ia menentang keras pandangan yang mengabaikan solidaritas global dan nilai Katolik universal.
7. Dekat dengan Paus Fransiskus
Prevost dikenal dekat secara visi dan pribadi dengan Paus Fransiskus. Ia diangkat menjadi uskup agung pada 2023, lalu ditahbiskan menjadi kardinal oleh Fransiskus. Dalam pidato perdananya sebagai Paus, Leo XIV menekankan pentingnya Gereja sebagai jembatan harapan di tengah dunia yang terpecah.







Comment