Wujudkan Kedaulatan Pangan, Kementan bersama IFAD Terapkan Kebijakan GESI
“Berulang kali tim IFAD menanyakan sejauhmana keterlibatan perempuan, kaum disabilitas, kelompok migran serta kelompok adat tertentu pada program YESS. Dan tak hanya bicara saja, kita telah hadirkan petani perempuan serta wirausaha pertanian perempuan yang telah sukses meningkatkan usahanya.
Mulai dari budidaya beras hitam, tanaman hias, sayuran, jamur, hingga produk olahan lainnya mereka telah tekuni disela-sela aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Untuk pemasaran mereka pun telah memanfaatkan media sosial dan beberapa marketplace yang ada”, papar Santi.
Tim IFAD didampingi Direktur program YESS dan Project Manager PPIU Jabar juga berkesempatan langsung berdiskusi dengan penerima manfaat YESS. Antusiasme tak hanya terlihat dari Tim IFAD, penerima manfaat program YESS pun terlihat aktif menceritakan perkembangan yang telah mereka rasakan setelah adanya program YESS.
Salah satunya adalah Fuji, penyandang disabilitas yang sedang mengikuti kegiatan magang bersertifikat di Poktan Sejahtera Sukabumi di bawah komando Iqbal Habibi (Young Ambassador program YESS 2022, Mentor Magang). “Alhamdulilah selama saya magang saya bisa lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan lainnya. Kang Iqbal juga mengajarkan saya bagaimana menyiapkan media tanam ,menanam, memelihara tanaman hingga panen. InshaAllah saya pun akan fokus menekuni usaha di sektor pertanian ini”, ungkap Fuji.








Comment